kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Chatib Basri: Sektor keuangan akan terus tertekan sampai wabah corona bisa diatasi


Selasa, 21 April 2020 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Chatib Basri. KONTAN/Fransiskus Simbolon/30/11/2015


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, sektor keuangan Indonesia akan terus berada di bawah tekanan serta fluktuasi akan terus terjadi, sampai pemerintah bisa mengendalikan wabah virus Corona yang meluas di Indonesia.

"Traditional pump-priming untuk mendorong aggregate demand melalui stimulus dan daya beli ketika produksi turun, hanya akan meningkatkan inflasi," ujar Chatib di dalam telekonferensi daring, Selasa (21/4).\

Baca Juga: Larangan mudik berlaku 24 April, sanksi diterapkan mulai 7 Mei

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah harus fokus pada tiga hal, yaitu kesehatan, bantuan sosial (bansos), dan bagaimana mendukung supaya aktivitas usaha bisa terus berjalan.

Kemudian, Chatib meminta agar perlindungan sosial harus diperluas bukan hanya kepada kelompok masyarakat miskin saja. Pasalnya, pada saat krisis saat ini ada banyak orang yang harus tinggal di rumah dan tidak bisa bekerja, karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Sekarang itu kita minta orang tetap dirumah, kompensasinya harus dibayar. Ini yang membedakan situasi sekarang dengan apa yang terjadi di beberapa krisis yang kita alami sebelumnya," papar Chatib.

Menurut Chatib, apabila pemerintah tidak memberikan kompensasi, maka akan ada banyak masyarakat yang tetap keluar rumah untuk bekerja. Akibatnya kebijakan PSBB tidak akan efektif lagi.

Baca Juga: Angka kejahatan meningkat 11,80%, Polri klam keamanan masih kondusif




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×