kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.619   66,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Chatib Basri: Sektor keuangan akan terus tertekan sampai wabah corona bisa diatasi


Selasa, 21 April 2020 / 14:43 WIB
ILUSTRASI. Chatib Basri. KONTAN/Fransiskus Simbolon/30/11/2015


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, sektor keuangan Indonesia akan terus berada di bawah tekanan serta fluktuasi akan terus terjadi, sampai pemerintah bisa mengendalikan wabah virus Corona yang meluas di Indonesia.

"Traditional pump-priming untuk mendorong aggregate demand melalui stimulus dan daya beli ketika produksi turun, hanya akan meningkatkan inflasi," ujar Chatib di dalam telekonferensi daring, Selasa (21/4).\

Baca Juga: Larangan mudik berlaku 24 April, sanksi diterapkan mulai 7 Mei

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pemerintah harus fokus pada tiga hal, yaitu kesehatan, bantuan sosial (bansos), dan bagaimana mendukung supaya aktivitas usaha bisa terus berjalan.

Kemudian, Chatib meminta agar perlindungan sosial harus diperluas bukan hanya kepada kelompok masyarakat miskin saja. Pasalnya, pada saat krisis saat ini ada banyak orang yang harus tinggal di rumah dan tidak bisa bekerja, karena kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Sekarang itu kita minta orang tetap dirumah, kompensasinya harus dibayar. Ini yang membedakan situasi sekarang dengan apa yang terjadi di beberapa krisis yang kita alami sebelumnya," papar Chatib.

Menurut Chatib, apabila pemerintah tidak memberikan kompensasi, maka akan ada banyak masyarakat yang tetap keluar rumah untuk bekerja. Akibatnya kebijakan PSBB tidak akan efektif lagi.

Baca Juga: Angka kejahatan meningkat 11,80%, Polri klam keamanan masih kondusif




TERBARU

[X]
×