kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Rosan Ungkap Lima Negara Top Investor RI Sepanjang 2025, Singapura Hingga Jepang


Kamis, 15 Januari 2026 / 18:39 WIB
Rosan Ungkap Lima Negara Top Investor RI Sepanjang 2025, Singapura Hingga Jepang
ILUSTRASI. Rosan Roeslani (SETNEG/BPMI Setpres)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penanaman Modal Asing (PMA) ke Indonesia sepanjang 2025, masih ditopang oleh lima negara utama. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, Singapura menjadi penyumbang utama PMA ke Tanah Air, melanjutkan tren dominasi yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Dari total realisasi PMA sepanjang 2025 yang mencapai Rp 900,9 triliun dan berkontribusi 46,6% terhadap total investasi nasional sebesar Rp 1.931,2 triliun, investasi asal Singapura tercatat menyumbang US$ 17,4 miliar atau sekitar Rp 293,72 triliun (kurs Rp 16.891).

“Memang secara konsisten Singapura ini, lebih dari 10 tahun terakhir selalu di nomor satu dengan nilai US$ 17,4 miliar atau sekitar 30,1%,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam konferensi pers, Kamis (15/1/2026).

Baca Juga: Investasi Asing Hanya Tumbuh 0,1% Sepanjang 2025, Ini Penjelasan Rosan

Di posisi kedua, Hong Kong mencatatkan nilai investasi sebesar US$ 10,6 miliar. Selanjutnya, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menempati peringkat ketiga dengan investasi US$ 7,5 miliar, disusul Malaysia sebesar US$ 4,5 miliar, dan Jepang sebesar US$ 3,1 miliar. Dengan capaian tersebut, Jepang berhasil masuk ke lima besar investor asing di Indonesia, menggantikan posisi Amerika Serikat.

Rosan menjelaskan, pemerintah masih memisahkan pencatatan investasi Hong Kong dan RRT. Namun, jika digabungkan, total investasi dari kedua wilayah tersebut berpotensi melampaui Singapura.

“Kalau Hong Kong dan RRT digabung, angkanya pasti melewati Singapura. Tapi saat ini kita masih pisahkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan menyebut komposisi negara investor di lima besar cenderung bergantian, terutama antara Jepang, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Pemerintah pun terus berupaya mendorong agar arus investasi dari berbagai negara tersebut dapat tumbuh lebih merata.

Selain asal negara, Rosan juga menyoroti tren peningkatan investasi asing di sektor hilirisasi. Sepanjang 2025, kontribusi investasi hilirisasi tercatat mencapai lebih dari 30% dari total realisasi investasi, meningkat dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang masih di kisaran 25%–28%.

“Trennya terus naik. Kalau dulu lebih banyak di sektor mineral, sekarang mulai meluas ke sektor perkebunan dan kelautan. Sudah mulai masuk investasi di tuna, cakalang, tongkol, dan komoditas perikanan lainnya,” kata Rosan.

Menurutnya, perluasan hilirisasi ke sektor non-mineral penting untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih besar. Meski nilai investasi hilirisasi mineral relatif tinggi, dampak penciptaan tenaga kerja di sektor perkebunan dan kelautan dinilai lebih luas.

Baca Juga: Investasi Naik, Pertumbuhan Penyerapan Tenaga Kerja Melambat di 2025

Dari sisi sumber investasi, Rosan mengungkapkan bahwa hilirisasi masih didominasi oleh PMA, dengan porsi mencapai sekitar 80,5%. Hal ini disebabkan kebutuhan teknologi tinggi yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri. Namun, pemerintah terus mendorong alih teknologi dan penguatan riset dan pengembangan (R&D) di dalam negeri.

“Sudah ada perusahaan dari China yang sepakat memindahkan R&D dan hak patennya ke Indonesia, khususnya di bidang mineral dan daur ulang. Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan dan sustainability,” pungkas Rosan.

Selanjutnya: LKM BKD Kabupaten Pekalongan Proyeksikan Bisnis LKM Masih Menjanjikan pada 2026

Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×