kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.905   13,00   0,07%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Cadangan devisa akhir Februari turun jadi US$ 128,06 miliar


Rabu, 07 Maret 2018 / 17:39 WIB
ILUSTRASI. Uang Rupiah


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Februari 2018 tercatat sebesar US$ 128,06 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi akhir Januari 2018 yang sebesar US$ 131,98 miliar.

Menurut BI, posisi cadev ini masih cukup tinggi. Sebab, “Masih cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor atau 7,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan tertulis, Rabu (7/3).

Adapun menurut BI, jumlah ini masih berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. BI menilai, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

BI menjelaskan, penurunan cadangan devisa pada Februari 2018 tersebut terutama dipengaruhi oleh penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Di samping itu, penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi menurunnya penempatan valas perbankan di BI sejalan dengan kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk.

“Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai untuk mendukung ketahanan eksternal seiring dengan kuatnya prospek perekonomian domestik dan kinerja ekspor yang positif,” katanya.

Selain itu, akan terdapat tambahan devisa dari hasil penerbitan sukuk global pemerintah sebesar US$ 3,00 miliar pada bulan Maret 2018. “BI akan menjaga kecukupan cadangan devisa guna mendukung stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×