kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.720   12,00   0,07%
  • IDX 6.531   4,83   0,07%
  • KOMPAS100 849   0,27   0,03%
  • LQ45 644   -1,08   -0,17%
  • ISSI 229   0,74   0,32%
  • IDX30 359   -0,50   -0,14%
  • IDXHIDIV20 436   -1,21   -0,28%
  • IDX80 97   0,07   0,07%
  • IDXV30 121   -0,15   -0,13%
  • IDXQ30 114   -0,34   -0,30%

Buruh serahkan 16 petisi ke Rumah Transisi Jokowi


Rabu, 10 September 2014 / 12:59 WIB
ILUSTRASI. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) secara resmi mengumumkan rencana penggabungan dari sejumlah entitas usaha. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Organisasi buruh dan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta (LBH) menyerahkan 16 petisi ke Rumah Transisi Jokowi terkait penyelesaian persoalan buruh di bawah pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Wakil Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Edward Marpaung menegaskan, penyerahan petisi tersebut diperlukan untuk menyuarakan tuntutan buruh. 

"Persolan tenaga kerja sudah diadopsi ke dalam pokja kesehatan, kependudukan dan ketenagakerjaan. Kita minta agar beberapa hal tuntutan itu dengan memberikan 16 petisi yang selama ini sudah menjadi persoalan mendasar,"ujar Edward saat menggelar aksi damai di depan Rumah Transisi, Menteng, Jakarta, Rabu (10/9/2014) siang.

Penyerahan 16 petisi tersebut diantaranya mengenai tuntutan upah layak, outsourching, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Revisi Undang-Undang Kesehatan dah Keselamatan Kerja (UU K3) dan buruh migran.

Lebih lanjut Edward menjelaskan penyerahan 16 petisi tersebut diperlukan untuk memperkuat pogram kerja Jokowi-JK selama lima tahun mendatang.
"Kita minta 84 komponen Kehidupan Hidup Layak (KHL) supaya diagendakan menjadi konsep upah layak. Saat ini yang baru disetujui baru 60 dari 84 tentang KHL," jelas Edward. (Randa Rinaldi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×