kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.598   45,00   0,26%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

'Buruh harus dibayar sebelum keringatnya kering'


Senin, 24 November 2014 / 13:44 WIB
ILUSTRASI. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengaku akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para buruh. Menurutnya, forum Bipartit antara pengusaha dan tenaga kerja belum maksimal karena keduanya hanya melakukan bargaining dan tidak membicarakan hak dan kewajiban.

"Mari kita dudukkan semuanya itu sesuai hak dan kewajiban masing-masing. Buruh harus dibayar upahnya sebelum keringatnya kering," kata Hanif di gedung KPK, Jakarta, Senin (24/11).

Menurutnya, buruh jangan hanya meminta upah yang tinggi, namun harus pula meningkatkan produktivitas kerja. Jangan sampai pengusaha telah menaikkan upah namun buruh malah kerja asal-asalan. "Dan produktivitas itu kita dorong terus," tuturnya.

Untuk jangka menengah yang akan dilakukan pihaknya kata Hanif adalah meningkatkan kesejahteraan buruh dengan mengajak seluruh stake holders dari ketenagakerjaan untuk tidak lagi berkonsentrasi pada upah yang selama ini kerap dipermasalahkan.

"Oleh karena itu ada pintu lain yang harus kita cermati yaitu pintu keluarnya buruh, ada sandang pangan. perumahan, transportasi, kesehatan dan pendidikan. Jadi jangan hanya berkonsentrasi membesarkan pintu uang masuk, tapi bagaimana memperkecil pintu uang keluarnya," tandasnya. (Muhammad Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×