kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,37   -3,13   -0.34%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Buntut Kasus Penganiayaan Anak Pejabat DJP, Sri Mulyani Perkuat Integritas Kemenkeu


Jumat, 24 Februari 2023 / 13:29 WIB
Buntut Kasus Penganiayaan Anak Pejabat DJP, Sri Mulyani Perkuat Integritas Kemenkeu
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebagai upaya menjaga integritas seluruh pegawai, Kemenkeu memiliki sistem kerangka kerja integritas (KKI) yang diimplementasikan melalui model tiga lini


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Buntut kasus penganiayaan dan gaya hidup mewah anak salah satu pejabat kantor pajak, membuat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat pertahanan integritas pegawainya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, sebagai upaya menjaga integritas seluruh pegawai, Kemenkeu memiliki sistem kerangka kerja integritas (KKI) yang diimplementasikan melalui model tiga lini dengan mengutamakan kolaborasi dan sinergi antar lini.

Diantaranya,  manajemen sebagai pimpinan unit kerja masing-masing sebagai lini pertama, Unit kerja Kepatuhan Internal di masing-masing unit eselon I sebagai lini kedua, dan Inspektorat Jenderal - Kemenkeu sebagai lini ketiga.

Namun, ketika kasus penganiayaan anak pejabat pajak ini mencuat di kalangan masyarakat, seketika pertahanan tersebut bobol yang akhirnya memunculkan sentimen negatif di kalangan masyarakat.

“(Atas kasus ini) Kemenkeu terus akan memeprkuat tiga layer pertahanan di dalam menerapkan integritas, dan ini saya minta wamen, dirjen, sekjen dan jajaran Kemenkeu untuk terus melihat dan mengindentifikasi kelemahan dairi tiga layer pertahanan dari sisi kerangka integritas,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Jumat (24/2).

Baca Juga: Jabatan Ayah Tersangka Penganiayaan di DJP Dicopot Sri Mulyani, Tapi Masih PNS

Menurutnya, pertahanan yang harus dilakukan adalah bagaimana manajemen pimpinan unit terkait melihat stafnya atau jajaran di bawahnya yang ditengarai melakukan suatu tindakan penyalahgunaan wewenang, memperkaya diri sendiri atau orang lain,  dan melanggar aturan PNS serta melanggar integritas.

“Itu harus semakin diperkuat, koreksi pertama manajemen dan pimpinan unit kerja tersebut,” jelasnya dengan tegas.

Kemudian, koreksi yang harus dilakukan adalah pada kepatuhan internal yang ada dimasing-masing unit eselon 1. Sehingga keberadaan dan peran dari unit kepauthan internal untuk melaksanakan disiplin, mengindentifikasi dan membuat pencegahan awal bisa semakin diperkuat.

Selanjutnya adalah peranan  Inspektorat Jenderal Kemenkeu yang juga memiliki struktur dan juga kelengkapan untuk bisa terus melakukan penegakan disiplin dan menjaga integritas dari Kemenkeu.

“Saya meminta kepada seluruh jajaran Kemekneu tiga layer ini untuk dievaluasi diperkuat hingga kita mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa Kemenkeu sebagai bendahara negara,” ujarnya.

Baca Juga: Masyarakat Malas Lapor SPT Buntut Kasus Penganiayaan, Sri Mulyani Berkaca-kaca

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×