kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.948   11,21   0,13%
  • KOMPAS100 1.234   4,44   0,36%
  • LQ45 870   1,83   0,21%
  • ISSI 326   1,76   0,54%
  • IDX30 442   2,45   0,56%
  • IDXHIDIV20 521   3,93   0,76%
  • IDX80 137   0,53   0,39%
  • IDXV30 145   1,20   0,83%
  • IDXQ30 142   1,03   0,74%

Bulog yakin ada kartel bawang putih


Rabu, 15 Mei 2019 / 13:25 WIB
Bulog yakin ada kartel bawang putih


Reporter: Abdul Basith | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) yakin terdapat kartel bawang putih yang mengatur harga.

Hal itu diungkapkan oleh Buwas ketika rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Buwas bilang kartel tersebut yang menyebabkan harga bawang belum turun meski sudah ada impor.

"Yakin ada kartel terkait bawang putih, barang sudah ada ini dimanfaatkan untuk mencari lebih," ujar Buwas saat rapat dengar pendapat, Rabu (15/5).

Buwas telah menyampaikan hal tersebut untuk ditindak oleh kepolisian. Penindakan dapat dilakukan dengan mengecek langsung gudang milik importir.

Ia menuding kartel bawang putih kompak di seluruh Indonesia. Kenaikan harga secara langsung ditentukan oleh kelompok pengusaha dalam kartel tersebut.

"Bawang putih itu kalau diputuskan naik Rp 10.000 per kilogram (kg) kompak di seluruh daerah naik," terang Buwas.

Tidak hanya bawang putih, Buwas yakin kartel juga terjadi di bahan pangan lainnya. Hal itu diungkapkan Buwas melihat pangsa pasar Bulog yang hanya sekitar 6%.

"Selebihnya (sektor pangan dikuasai) pasar bebas," jelas Buwas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×