kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.789.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.741   56,00   0,32%
  • IDX 6.352   -247,40   -3,75%
  • KOMPAS100 842   -32,51   -3,72%
  • LQ45 635   -16,42   -2,52%
  • ISSI 227   -11,12   -4,67%
  • IDX30 362   -7,04   -1,91%
  • IDXHIDIV20 449   -6,47   -1,42%
  • IDX80 97   -3,25   -3,25%
  • IDXV30 125   -3,58   -2,79%
  • IDXQ30 117   -1,48   -1,25%

Bukan Cuma Listrik, Pemerintah Bidik Ubah Sampah Jadi BBM Pakai Teknologi Pirolisis


Selasa, 19 Mei 2026 / 13:38 WIB
Bukan Cuma Listrik, Pemerintah Bidik Ubah Sampah Jadi BBM Pakai Teknologi Pirolisis
ILUSTRASI. Pemerintah bernit menjadikan sambah jadi BBM


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memacu hilirisasi pengelolaan sampah menjadi sumber energi baru terbarukan. Tidak lagi sekadar mengonversi sampah menjadi tenaga listrik, pemerintah kini membidik pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengubah timbunan sampah lama menjadi bahan bakar minyak (BBM).​

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (Zulhas) menjelaskan, langkah ini diambil melalui rapat koordinasi terbatas percepatan implementasi Pengolahan Sampah menjadi Energi guna menjalankan mandat Perpres 109 Tahun 2025.

"Besok kita akan memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan siang ini, anda menyaksikan Kebangkitan Nasional yang sesungguhnya bukan hanya slogan, tapi aksi nyata dalam mengubah sampah menjadi energi," ujarnya di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga: Celios: Pembelian SBN Rp 2 Triliun per Hari Dinilai Berisiko bagi Fiskal

Zulhas menuturkan, proyek ini menandai transformasi besar dalam pengelolaan lingkungan dan ketahanan energi. Selama ini, skema Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bertumpu pada teknologi incinerator untuk mengolah sampah baru, yang dijalankan lewat kerja sama dengan Danantara.

"Kita sedang memasuki transformasi besar dengan pengolahan sampah, kalau sebelumnya sampah diolah menjadi energi listrik, sekarang kita dorong timbunan sampah di TPA diubah menjadi BBM terbarukan melalui teknologi Pirolisis," jelasnya.

Zulhas mengungkapkan, teknologi pirolisis difokuskan untuk mengurai tumpukan sampah lama yang sudah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Melalui adopsi teknologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Dikti), sisa kuota persoalan sampah yang belum terselesaikan akan dikebut.

"Jadi ada cara Pirolisis, timbunan-timbunan sudah ada. Kalau yang waste to energy sampah yang baru diolah menjadi listrik, nah kita ini sudah punya sampah yang menggunung setinggi 16 gedung seperti Bantar Gebang. Nah itu sekarang yang pakai Pirolisis," ungkapnya.

Pemerintah menargetkan proyek waste to energy ini rampung secara bertahap pada kurun waktu 2027 hingga 2028, termasuk penataan di TPA Bantar Gebang. 

Zulhas menegaskan, komitmen ini melibatkan sinergi lintas kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kemendagri, Pindad, hingga TNI-AD.

Baca Juga: Kenaikan Suku Bunga Berpotensi Menambah Beban Fiskal

"Sebagai Menko Pangan kami memastikan setiap pekan ada progres nyata Penanganan sampah, yang Waste to Energy ini 2027 separuh akan selesai. 2028 separuh lagi Bantar Gebang termasuk yang 2028. Nanti kalau gak selesai 2027 akhir, gak ada yang beres atau 2028 juga gak ada yang beres saudara-saudara bisa adili kami yang ada disini," tegasnya.

Untuk tahap awal, pengolahan sampah gunung menggunakan pirolisis ini direncanakan akan menyasar enam lokasi strategis. Beberapa TPA besar di antaranya Bantar Gebang, Bandung dan Bali.

Pada kesempatan yang sama, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir membenarkan adanya pemisahan metode antara penanganan sampah baru dan sampah lama di kawasan TPA berskala besar nasional demi mengoptimalkan hasil energi eksternal.

"Ada sampah baru lewat PSEL, nanti sampah yang sudah lama tertimbun nanti ada teknologi sendiri. Yang paling besar kan Jakarta salah satunya nanti ada sampah lama yang sudah menggunung itu, akan menggunakan teknik sendiri, sedangkan sampah-sampah yang baru dengan waste to energy," ungkap Pandu.

Terkait peta jalan lokasi pengerjaan megaproyek ini, Pandu mengonfirmasi fokus awal korporasi bersama pemerintah.

"Jakarta, Bandung, Bali itu nanti yang besar-besar itu ya, buat sampah-sampah yang lama. Sampah-sampah baru nanti tunggu hari Jumat kita announce," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×