Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS yang terjadi saat ini menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaku ekonomi nasional.
Namun, masyarakat diminta agar tidak menyikapi dinamika kurs secara berlebihan hingga memicu kepanikan yang dapat memperburuk sentimen pasar.
Mengacu pada apa yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto mengenai Rupiah yang sedang mengalami tekanan terhadap Dolar AS, Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pesan yang ingin dibangun adalah pentingnya menjaga ketenangan publik di tengah gejolak ekonomi global.
"Yang ingin disampaikan Presiden adalah masyarakat tidak perlu panik berlebihan setiap kali melihat nilai tukar bergerak. Bukan berarti pelemahan Rupiah dianggap tidak penting atau disepelekan," kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Purbaya Siapkan Rp 2 Triliun per Hari untuk Stabilkan Nilai Rupiah
Menurut Misbakhun, konteks yang ingin dibangun Prabowo adalah menjaga ketenangan publik agar tidak terjebak kepanikan yang kontraproduktif terhadap ekonomi.
Ia mengibaratkan gejolak nilai tukar seperti cuaca buruk dalam pelayaran. Ombak tetap harus diwaspadai dan diantisipasi dengan navigasi yang tepat, tetapi kepanikan di atas kapal justru dapat memperbesar risiko.
"Kalau ada gelombang besar, tentu nahkoda harus bekerja serius menjaga arah kapal. Tetapi penumpang juga tidak perlu panik seolah kapal akan tenggelam," ujarnya.
Misbakhun menegaskan DPR memahami sensitivitas dampak kurs terhadap masyarakat, terutama terkait harga energi, bahan pangan impor, dan kebutuhan industri.
Karena itu, Komisi XI DPR RI terus memantau perkembangan nilai tukar Rupiah dan secara intens berkomunikasi dengan pemerintah, Bank Indonesia, serta otoritas sektor keuangan untuk membahas langkah-langkah penguatan stabilitas ekonomi nasional.
"Di belakang layar, pembahasan mengenai stabilitas Rupiah dan langkah-langkah penguatannya terus dilakukan secara intens. Pemerintah dan DPR tidak diam," kata Misbakhun.
Baca Juga: Rupiah Jebol Rp 17.600, BBM dan LPG Subsidi Naik? Ini Jawaban Kementerian ESDM
Ia optimistis langkah koordinatif yang dilakukan pemerintah dan otoritas ekonomi secara bertahap akan mulai memberikan sentimen positif terhadap pasar dalam waktu dekat.
"Saya yakin pasar akan mulai melihat arah perbaikannya. Yang penting sekarang konsistensi kebijakan dijaga dan kepercayaan publik tidak boleh goyah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













