kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.974   61,00   0,34%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

BPS optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II positif, ini pertimbangannya


Rabu, 05 Mei 2021 / 12:18 WIB
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/9/2020). BPS optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II positif, ini pertimbangannya.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pertumbuhan ekonomi masih negatif pada kuartal I-2021. Meski begitu, Badan Pusat Statistik (BPS) tetap optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 akan kembali ke zona positif. 

“Dengan perkembangan indikator yang terus membaik dan dengan low based effect pada kuartal II-2020, maka kami berharap ekonomi kuartal II-2021 akan menyentuh zona positif,” ujar Suhariyanto, Rabu (5/5). 

Optimisme tersebut juga didasarkan pada tanda pemulihan yang semakin nyata. Pasalnya, bila dibandingkan dengan tahun lalu, pertumbuhan ekonomi konsisten mengalami perbaikan. 

Dimulai dari kuartal II-2020 yang pada waktu itu ekonomi tertekan hingga minus 5,32% yoy, mulai membaik pada kuartal III 2020 yang minus 3,49% yoy, dan kuartal IV-2020 kontraksi kembali mengecil menjadi minus 2,19% yoy. 

Baca Juga: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat minus 0,74% pada kuartal I-2021

"Ini menunjukkan tanda pemulihan ekonomi akan semakin nyata, dan berharap ke depan pemulihan ekonomi terjadi di 2021 betul-betul bisa terwujud," tambah Suhariyanto. 

Akan tetapi, ia mengingatkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah positif pada kuartal kedua ini harus diiringi dengan program vaksinasi yang lancar, masyarakat mematuhi protokol kesehatan, kasus Covid-19 terkendali, juga meningkatnya kegiatan dunia usaha. 

Sebelumnya BPS mengatakan sumber kontraksi pada kuartal I-2021 ini adalah konsumsi rumah tangga, yang minus 2,23% yoy dan memberi sumbangan pada kontraksi PDB sebesar 2,12%. 

“Padahal, kalau melihat struktur PDB, konsumsi rumah tangga ini menyumbang 56,9%. Apa yang terjadi pada komponen ini memberi luar biasa pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Suhariyanto.

Baca Juga: BPS catat pertumbuhan ekonomi Indonesia minus 0,74% pada kuartal I-2021




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×