kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

BPS nilai target inflasi tahun depan terlalu rendah


Selasa, 21 September 2010 / 09:05 WIB


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tahun depan, pemerintah mematok target inflasi sebesar 5,3%. Namun, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menilai, target tersebut terlalu rendah. Sebab, pada saat bersamaan, pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yakni sebesar 6,3%.

Rusman menjelaskan, berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sulit bagi pemerintah untuk menekan inflasi. "Dari sejarah yang ada, pertumbuhan ekonomi diatas 6%, angka inflasinya pasti lebih besar dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri," kata Rusman, saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR dan Kementerian Keuangan serta Bank Indonesia, Senin (20/9).

Rusman mencontohkan seperti tahun 2007 silam. Ketika itu, pertumbuhan ekonomi mencapai 6,3%, sementara inflasinya sebesar 6,59%. Kemudian, di tahun 2008, pertumbuhan ekonomi 6,1%, dan inflasi 11,06%. "Bila 2011 pemerintah bisa menekan inflasi, itu sudah sangat hebat," tegasnya.

Karena itu Rusman menilai, target inflasi pasti bakal terlewati. Sebab, selain pengaruh dari masyarakat domestik, inflasi 2011 juga didorong dari luar negeri. "Belakangan ada tren kenaikan harga barang di luar negeri. Sementara, impor kita terus naik," terang Rusman.

Akibatnya, barang-barang impor juga akan mendorong inflasi. "Ini harus diperhitungkan sejak awal," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×