kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.842   52,00   0,31%
  • IDX 8.142   -4,87   -0,06%
  • KOMPAS100 1.148   1,78   0,15%
  • LQ45 837   3,75   0,45%
  • ISSI 286   -1,32   -0,46%
  • IDX30 437   4,02   0,93%
  • IDXHIDIV20 526   6,47   1,24%
  • IDX80 128   0,47   0,37%
  • IDXV30 143   1,38   0,97%
  • IDXQ30 142   1,57   1,12%

BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,11%, Ditopang Industri Pengolahan


Kamis, 05 Februari 2026 / 11:42 WIB
Diperbarui Kamis, 05 Februari 2026 / 11:44 WIB
BPS: Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai 5,11%, Ditopang Industri Pengolahan
ILUSTRASI. Kawasan Bisnis Jakarta (KONTAN/Carolus Agus Waluyo) BPS mencatat, sepanjang tahun 2025 ekonomi Indonesia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 23.821,1 triliun


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang tahun 2025 ekonomi Indonesia berdasarkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 23.821,1 triliun, dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 13.580,5 triliun.

Sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 mencapai 5,11% Cumulative-to-Cumulative (CtC). Pertumbuhan ekonomi ini meningkat dari 2024 yang mencapai 5,3%, namun berada di bawah target pemerintah dalam APBN 2025 sebesar 5,2%.

Bila melihat kebelakang, pertumbuhan ekonomi kuartal I 2025 mencapai 4,87%, kuartal II 2025 mencapai 5,12%, dan kuartal III mencapai 5,04%, serta kuartal IV 2025 mencapai 5,39%.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti membeberkan, bila dilihat berdasarkan lapangan usaha, seluruhnya mengalami pertumbuhan yang positif kecuali pertambangan yang terkontraksi 0,66%.

Baca Juga: BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia pada 2025 Mencapai 5,11%

Adapun lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian 2025 adalah industri pengolahan yang tumbuh sebesar 5,30% dengan kontribusi sebesar 19,07%. Kemudian, perdagangan yang tumbuh 5,49% dengan kontribusi sebesar 13,17%.

Selanjutnya adalah lapangan usaha pertanian yang tumbuh 5,33% dengan kontribusi sebesar 13,10%, konstruksi tumbuh 3,81% dengan kontribusi sebesar 9,35%.

“Share ke lima lapangan usaha tersebut di 2025 adalah sebesar 63,92% terhadap PDB,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Lebih lanjut, Amalia membeberkan, lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi adalah jasa lainnya sebesar 9,93% didorong oleh peningkatan aktivitas rekreasi sejalan dengan peningkatan jumlah wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

Jasa perusahaan tumbuh sebesar 9,10% didorong oleh peningkatan aktivitas agen perjalanan dan penyelenggaraan berbagai event nasional dan internasional.

Terakhir, transportasi dan pergudangan yang tumbuh sebesar 8,78%, didorong oleh peningkatan jumlah penumpang di berbagai moda transportasi, serta peningkatan aktivitas pengiriman barang baik domestik maupun luar negeri.

Baca Juga: Seskab Teddy Sebut Indonesia Belum Bayar Iuran Board of Peace Besutan Trump

Selanjutnya: Contoh Ucapan Selamat Pelantikan Jabatan TNI: 25 Kata Terbaik Penguat Amanah

Menarik Dibaca: Infinix Note 60 Pro, Note 60 dan Note 60 Ultra: Spesifikasi Bocor Jelang Rilis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×