kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

BPS: Inflasi Inti Naik Jadi 2,92% pada Agustus 2026


Selasa, 01 September 2026 / 13:10 WIB
BPS: Inflasi Inti Naik Jadi 2,92% pada Agustus 2026
ILUSTRASI. Salah satu komoditas yang memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi inti pada Agustus 2026 mencapai 2,92% year on year (yoy). Inflasi inti tersebut meningkat dari Agustus 2025 yang mencapai 2,17% yoy.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, komoditas yang memberikan andil inflasi pada komponen inti adalah emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, pelumas/oil mesin, dan laptop/notebook.

“Komponen inti mengalami inflasi tahunan 2,92% yoy, dengan memberikan andil inflasi terbesar yakni 1,87% yoy,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).

Baca Juga: BPS: Neraca Perdagangan Kembali Surplus US$ 120 Juta Pada Juli 2026

Adapun komponen harga diatur pemerintah mengalami inflasi secata tahunan sebesar 3,325 yoy, atau naik dari Agustus 2025 sebesar 1% yoy. Inflasi komponen ini memberikan andil inflsi sebesar 0,65% yoy.

Komoditas yang mendorong inflasi harga diatur pemerintah  adalah bensin, tarif angkutan umum, sigaret kretek mesin (SKM), dan bahan bakar rumah tangga.

Selanjutnya, adalah inflasi pada komponen bergejolak mencapai 4,06% yoy pada Agustus 2026, atau turun dari periode sama tahun lalu yang mencapai 4,47% yoy, dengan andil inflasi sebesar 0,67% yoy.

Komponen ini mengalami inflasi didorong oleh daging ayam ras, beras, cabai rawit, daging sapi, dan cabai merah.

Sebagaimana diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan  inflasi tahunan sebesar 3,19% year on year (yoy) pada Agustus 2026, atau meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 2,88% yoy, maupun dari periode sama tahun lalu sebesar 2,31% yoy.

Baca Juga: Surplus Dagang RI Menyusut, China Jadi Sumber Defisit Terbesar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×