kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

BPS Catat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Turun 0,62% Pada Maret 2024


Senin, 01 April 2024 / 14:33 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Turun 0,62% Pada Maret 2024
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Maret 2024 sebesar 122,55. Angka ini turun 0,62% dibanding NTUP pada bulan sebelumnya.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Maret 2024 sebesar 122,55. Angka ini turun 0,62% dibanding NTUP pada bulan sebelumnya.

NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, penurunan NTUP karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 0,46% atau mencapai 144,28, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami kenaikan 0,16% atau mencapai 117,73.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi BPPBM nasional adalah benih padi, upah pemanenan, upah penanaman, dan bibit ayam ras pedaging,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (1/4).

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Pada Maret 2024 Turun

Sementara itu, peningkatan NTUP tertinggi terjadi  pada tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 3,69% atau mencapai 143,01. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 3,38%, lebih tinggi dari kenaikan BPPBM sebesar 0,13%.

Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan BPPBM adalah upah menuai atau memanen, urea, dan upah merambat atau menyiangi.

Penurunan NTUP terdalam terjadi pada subsektor tanaman pangan yang turun 4,33%. Penurunan ini terjadi karena It turun 4,15%, sedangkan indeks BPPBM naik 0,19%.

Komoditas yang dominan mempengaruhi BPPBM adalah benih padi, upah pemanenan dan upah penanaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×