kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

BPS Catat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Turun 0,62% Pada Maret 2024


Senin, 01 April 2024 / 14:33 WIB
BPS Catat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Turun 0,62% Pada Maret 2024
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Maret 2024 sebesar 122,55. Angka ini turun 0,62% dibanding NTUP pada bulan sebelumnya.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Maret 2024 sebesar 122,55. Angka ini turun 0,62% dibanding NTUP pada bulan sebelumnya.

NTUP merupakan perbandingan antara Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dengan Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, penurunan NTUP karena Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 0,46% atau mencapai 144,28, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) mengalami kenaikan 0,16% atau mencapai 117,73.

“Komoditas yang dominan mempengaruhi BPPBM nasional adalah benih padi, upah pemanenan, upah penanaman, dan bibit ayam ras pedaging,” tutur Amalia dalam konferensi pers, Senin (1/4).

Baca Juga: Nilai Tukar Petani Pada Maret 2024 Turun

Sementara itu, peningkatan NTUP tertinggi terjadi  pada tanaman perkebunan rakyat yang naik sebesar 3,69% atau mencapai 143,01. Kenaikan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani naik 3,38%, lebih tinggi dari kenaikan BPPBM sebesar 0,13%.

Komoditas yang dominan mempengaruhi kenaikan BPPBM adalah upah menuai atau memanen, urea, dan upah merambat atau menyiangi.

Penurunan NTUP terdalam terjadi pada subsektor tanaman pangan yang turun 4,33%. Penurunan ini terjadi karena It turun 4,15%, sedangkan indeks BPPBM naik 0,19%.

Komoditas yang dominan mempengaruhi BPPBM adalah benih padi, upah pemanenan dan upah penanaman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×