kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BPS Catat Nilai Impor Turun Jadi US$ 17,34 Miliar Pada September 2023


Senin, 16 Oktober 2023 / 11:52 WIB
BPS Catat Nilai Impor Turun Jadi US$ 17,34 Miliar Pada September 2023
ILUSTRASI. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada September 2023 sebesar US$ 17,34 miliar, atau turun 13,6% dari Agustus 2023


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terjadi penurunan nilai impor pada September 2023, bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun periode sama tahun 2022. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada September 2023 sebesar US$ 17,34 miliar, atau turun 13,6% dari Agustus 2023. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar mengungkapkan, penurunan impor pada bulan lalu didorong oleh penurunan impor non minyak dan gas (non migas). 

"Impor non migas tercatat uS$ 14,01 miliar atau turun 13,6% secara bulanan (month on month/MoM)," terang Amalia dalam konferensi pers, Senin (16/10) di Jakarta. 

Baca Juga: Ekspor September 2023 Turun Jadi US$ 20,76 Miliar, Imbas Normalisasi Harga Komoditas

Penurunan impor non migas sebagai imbas dari penurunan nilai impor beberapa kelompok barang, seperti mesin dan perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar 17,95% MoM. 

Kemudian kelompok mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) tercatat turun 11,89% MoM dan nilai impor sisa industri makanan (HS 23) turun 39,02% MoM. 

Sementara itu, impor migas tercatat US$ 3,33 miliar atau naik 25,04% MoM. Kenaikan impor migas disebabkan oleh peningkatan impor minyak mentah hingga 94,40% MoM. 

Bila dibandingkan dengan September 2022, nilai impor pada September 2023 turun 12,45% year on year (YoY). 

Baca Juga: Impor Pangan Perbesar Defisit Neraca Dagang dan Bebani APBN

Penurunan ini didorong oleh penurunan impor migas sebesar 2,85% YoY juga penurunan impor non migas sebesar 14,46% YoY. 

"Penurunan impor secara tahunan juga melanjutkan tren penurunan yang terjadi pada bulan sebelumnya," tandas Amalia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×