kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.820   1,00   0,01%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

BPS catat Impor bulan Februari 2020 turun 18,69%


Senin, 16 Maret 2020 / 16:50 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1). Kementerian Perdagangan menargetkan ekspor melonjak hingga dua digit pada 2020 mendatang. Nilai ekspor pada triwulan III 2019 hanya sebesar 0,02%. Pertumbuhan tersebut


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Sementara impor bahan baku penolong tercatat sebesar US$ 8,89 miliar atau menurun 15,89% mom dan 1,50% yoy bila dibandingkan dengan Februari tahun lalu.

Beberapa yang mengalami penurunan antara lain RON 88 unblended dari Singapura dan Malaysia, profan gas LPG, serta peralatan untuk alat komunikasi telepon genggam.

Baca Juga: Kenaikan Utang Luar Negeri pemerintah pada Januari didominasi penerbitan surat utang

Impor barang modal tercatat sebesar US$ 1,83 miliar atau menurun 18,03% secara bulanan dan 16,44% secara tahunan. beberapa yang mengalami penurunan antara lain laptop termasuk notebook dan sub notebook, alat untuk telepon seluler, dan lain-lain.

Bila dilihat secara akumulatif (Januari 2020 - Februari 2020), nilai impor tercatat sebesar US$ 25,87 miliar. Ini menurun 4,95% bila dibandingkan dengan periode sebelumnya tahun lalu yang tercatat sebesar US$ 27,22 miliar.

Meski begitu, dalam dua bulan pertama di tahun 2020, impor barang konsumsi tercatat naik 5,28% dari periode sebelumnya yang sebesar US$ 2,23 miliar menjadi US$ 2,35 miliar pada periode tahun ini.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia capai US$ 410,8 miliar per Januari 2020

Hanya saja, impor bahan baku penolong masih mengalami penurunan 4,80% dari periode sebelumnya yang mencapai US$ 20,44 miliar menjadi US$ 19,46 miliar.

Demikian juga dengan impor barang modal selama dua bulan awal tahun ini tercatat sebesar US$ 4,06 miliar atau menurun 10,64% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 4,54 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×