kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.785.000   -13.000   -0,46%
  • USD/IDR 17.828   9,00   0,05%
  • IDX 6.130   -76,16   -1,23%
  • KOMPAS100 809   -11,59   -1,41%
  • LQ45 620   -10,81   -1,71%
  • ISSI 215   -2,62   -1,20%
  • IDX30 354   -6,31   -1,75%
  • IDXHIDIV20 438   -8,62   -1,93%
  • IDX80 93   -1,35   -1,42%
  • IDXV30 121   -2,44   -1,98%
  • IDXQ30 115   -2,13   -1,83%

Dampak Perubahan Iklim Kian Terasa, Sektor Pendidikan Ikut Terdampak


Rabu, 27 Mei 2026 / 13:09 WIB
Dampak Perubahan Iklim Kian Terasa, Sektor Pendidikan Ikut Terdampak
ILUSTRASI. Perubahan iklim (KONTAN/Kontan)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan persoalan nyata, Dampaknya sudah terasa hingga ruang kelas dan kehidupan anak-anak.

Namun di tengah besarnya ancaman tersebut, literasi perubahan iklim di kalangan peserta didik, guru, hingga pengambil kebijakan masih rendah. Kondisi itu mendorong peneliti dari Indonesia dan Australia mencari pendekatan pembelajaran lebih dekat, inklusif, dan mudah dipahami anak-anak sekolah.

Yusra Tebe, Ahli Manajemen Risiko Bencana Predikt mengatakan, pemahaman mengenai perubahan iklim di lingkungan pendidikan masih menjadi tantangan besar. Bahkan, masih ada pihak yang meragukan perubahan iklim benar-benar terjadi.

“Perubahan iklim itu nyata dan mengganggu seluruh sektor, khususnya pendidikan. Ternyata pengetahuan tentang perubahan iklim di peserta didik cukup rendah, termasuk para guru dan pengambil kebijakan. Masih ada yang berpendapat bahwa perubahan iklim itu tidak nyata,” ujar Yusra, dalam keterangannya, Selasa (26/5). 

Indonesia sebenarnya telah memiliki panduan pendidikan perubahan iklim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Namun implementasinya belum merata di seluruh sekolah.

Maka, pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dinilai penting agar anak-anak dan guru dapat memahami teori sekaligus praktik perubahan iklim secara lebih mudah. Salah satunya penggunaan permainan edukatif berbasis board game. Ujicoba dilakukan di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan melibatkan anak-anak usia sekolah.

Reny Rebeka Haning, Senior Specialist Perlindungan Anak dan Advokasi ChildFund menilai anak-anak harus ditempatkan sebagai pusat isu perubahan iklim. Mengingat merekalah yang paling merasakan dampaknya secara langsung.

Baca Juga: Ekonom Warning! Gelombang PHK Bisa Bikin Kelas Menengah Jatuh Miskin

Ia mencontohkan kondisi keluarga nelayan di NTT yang terdampak penurunan hasil tangkapan akibat perubahan cuaca dan kondisi laut. Tekanan ekonomi rumah tangga tersebut, menurut Reny, dapat berdampak pada meningkatnya risiko kekerasan terhadap anak. Selain itu, cuaca panas ekstrem juga sempat menyebabkan sekolah di NTT diliburkan sehingga mengganggu hak belajar anak. Reny menambahkan anak-anak penyandang disabilitas menghadapi kerentanan yang lebih besar.

Kepala Sekolah Dasar Harkaway Victoria, Leigh Johnson mengatakan, tantangan pemahaman perubahan iklim ternyata juga dihadapi siswa di Australia. Bahkan menurutnya, Indonesia dinilai lebih maju dalam pendekatan pendidikan isu tersebut.

Sementara, Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Yudi Darma menilai, tantangan terbesar justru berada di ekosistem kampus. Mengingat selama ini belum sepenuhnya mengarahkan riset pada kebutuhan nyata masyarakat. “Concern kita mengajarkan anak-anak usia dini agar mereka melihat masalah di sekitar dan memikirkan solusi” ujar Yudi.

Dari sisi kebijakan, anggota Komisi X DPR, Ledia Hanifa Amaliah menilai, penguatan pendidikan perubahan iklim membutuhkan konsistensi kurikulum, kesiapan guru, serta dukungan infrastruktur sekolah yang adaptif terhadap kondisi iklim tiap daerah.

“Kita punya UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menitikberatkan pada riset berdampak. Ini mestinya dijalankan. Kalau kita memandang perubahan iklim itu penting, maka harus diletakkan dalam rencana induk,” imbuh Ledia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×