kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Danantara Akan Groundbreaking 5 Proyek Hilirisasi, Nilai Investasinya Rp 100 Triliun


Senin, 05 Januari 2026 / 11:00 WIB
Diperbarui Senin, 05 Januari 2026 / 11:02 WIB
Danantara Akan Groundbreaking 5 Proyek Hilirisasi, Nilai Investasinya Rp 100 Triliun
ILUSTRASI. Danantara akan melakukan groundbreaking lima titik proyek hilirisasi dengan nilai investasi sebesar Rp 100 triliun pada awal Februari 2026. ? (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan melakukan groundbreaking lima titik proyek hilirisasi dengan nilai investasi sebesar Rp 100 triliun pada awal Februari 2026. 

Rencana ini telah dilaporkan langsung oleh CEO BPI Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Minggu, (4/1/2026) sore. 

“Dalam pertemuan tersebut dibahas tiga poin yakni, perkembangan 5 titik proyek hilirisasi oleh Danantara yang akan melakukan groundbreaking di awal bulan depan,” ungkap Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya, Minggu (4/1/2025). 

Baca Juga: Mendikdasmen Kirim 17.073 Papan Interaktif Digital ke Sekolah Kawasan Bencana Sumut

Selain itu, Teddy juga menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut akan dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia dengan nilai investasi yang signifikan. 

“Program tersebut akan dilakukan di beberapa provinsi Indonesia dengan total investasi sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp 100 triliun,” lanjutnya.

Agenda strategis lainnya yang turut dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perkembangan proyek Waste to Energy yang berfokus pada penertiban pengelolaan sampah. 

Baca Juga: Rupiah Diproyeksi Stabil di 2026, Ditopang Arus Modal Asing dan Prospek Ekonomi

Pemerintah menaruh perhatian besar pada program ini karena dinilai mampu memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai tambah ekonomi.

“Perkembangan Projects Waste to Energy (Penertiban Pengelolaan Sampah) sehingga volume sampah terbuka tidak hanya berkurang namun akan sangat bermanfaat dari segi ekonomi,” jelas Teddy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×