Reporter: Leni Wandira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pemulihan Aset Kejaksaan RI (BPA) mulai menggelar BPA Fair 2026 dengan menargetkan pelelangan 308 aset dalam 245 lot. Sejak tahap praacara, minat peserta lelang tercatat meningkat hingga 300% seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap aset sitaan negara.
Kepala BPA Kuntadi mengatakan penyelenggaraan BPA Fair 2026 menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan aset negara melalui mekanisme lelang yang lebih transparan dan akuntabel.
“Melalui pergelaran BPA Fair ini, masyarakat beserta seluruh pemangku kepentingan diajak untuk melihat secara langsung alur transparan pengurusan aset yang dikelola oleh negara,” ujar Kuntadi dalam pembukaan BPA Fair 2026, Senin (18/5).
Baca Juga: Jemaah Haji Diimbau Tak Pindah Jalur saat Lempar Jumrah di Mina
Dalam gelaran tersebut, BPA menargetkan sekitar 75% aset yang dilelang dapat terjual agar memberikan manfaat maksimal bagi penerimaan negara.
Beberapa aset yang telah dilelang pada tahap pre-event bahkan terjual jauh di atas harga limit. Salah satunya lelang tanah di Jatake, Kabupaten Tangerang, dengan nilai limit Rp 6,87 miliar yang laku terjual Rp 32,27 miliar atau melonjak sekitar 460% dari harga awal.
Selain itu, lelang minyak dengan nilai limit Rp 879,08 miliar berhasil terjual Rp 914,58 miliar. Sementara lelang tanah di Benoa, Bali, terjual Rp 5,06 miliar dari harga limit Rp 4,8 miliar.
BPA mencatat hingga saat ini terdapat sekitar 104.200 pengunjung website BPA Fair 2026 dan 3.400 pendaftar sebagai visitor acara. Selain itu, sekitar 100 peserta telah membuka akun lelang baru dan 400 peserta menyetor uang jaminan lelang.
Menurut BPA, peningkatan jumlah peserta yang menyetor uang jaminan mencerminkan kenaikan serious potential buyer hingga 300%.
Kuntadi mengatakan pelelangan aset negara tidak hanya bertujuan meningkatkan pemulihan aset hasil tindak pidana, tetapi juga mempercepat kontribusi aset rampasan terhadap penerimaan negara.
Ia juga mengapresiasi sinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara serta perbankan Himbara dalam mendukung pelaksanaan lelang aset negara.
“Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak aset yang akan terjual dan semakin besar manfaat yang dikembalikan kepada negara,” pungkasnya.
Baca Juga: Masih Jauh dari Target! Relaksasi SPT Belum Dongkrak Kepatuhan Wajib Pajak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












