kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Boediono heran kenapa produksi minyak cepu turun


Kamis, 24 April 2014 / 14:18 WIB
Asing Net Buy Rp 802 Miliar Saat iHSG Melesat, Cek Saham yang Banyak Dikoleksi


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

BOJONEGORO. Wakil Presiden Boediono berencana meninjau proyek lapangan minyak dan gas Banyu Urip, Blok Cepu, di Bojonegoro. Tujuan kedatangan Boediono ke sana adalah untuk melihat permasalahan yang dihadapi Mobil Cepu Limited (MCP). Mobil Cepu Ltd adalah anak perusahaan dari ExxonMobil yang bekerjasama dengan Pertamina

Pasalnya, perusahaan tersebut diperkirakan tidak akan mencapai target produksinya. Malah, menurut Boediono, produksi minyak Blok Cepu malah turun. "Saya ingin mengetahui, kenapa bisa turun," ujar Boediono, kepada wartawan di atas kereta dalam perjalanan menuju Bojonegoro, Kamis (24/4).

Menurutnya, Jika produksi Cepu terus turun, maka lifting minyak juga akan terpengaruh. Padahal, seperti diketahui, dampak lifting akan sangat luas sekali terutama terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika diketahui permasalahannya, Boediono berharap, target lifting bisa diperbaiki agar tidak terlalu meleset. Sebelumnya, pemerintah pernah merevisi target lifting mereka tahun 2014 ini dari 870.000 barel per hari, menjadi hanya 804.000 barel per hari.

Menurut jadwal, kedatangan Boediono di Blok Cepu akan disambut oleh pihak perusahaan dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan Plt Kepala SKK Migas. Ia akan mendengar paparan mereka terkait kondisi Blok Cepu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×