kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45957,44   -10,77   -1.11%
  • EMAS923.000 -0,54%
  • RD.SAHAM -0.35%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

BNPB: Hati-hati dengan munculnya fenomena banjir dan longsor di pulau Jawa


Selasa, 20 Oktober 2020 / 14:36 WIB
BNPB: Hati-hati dengan munculnya fenomena banjir dan longsor di pulau Jawa
ILUSTRASI. Doni Monardo

Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Doni Monardo mengatakan, Pulau Jawa harus berhati-hati dengan munculnya fenomena banjir dan longsor. 

"Jadi dasar dari informasi yang disampaikan BMKG terutama sekarang itu Pulau Jawa, sebagian besar Indonesia bagian Timur, kecuali NTT, NTB dan juga Bali," kata Doni dalam konferensi pers usai melakukan kunjungan kerja ke hulu Sungai Ciliwung, Selasa (20/10/2020). 

Doni mengatakan, hampir setiap tahunterdapat korban jiwa bencana tanah longsor di Pulau Jawa. Bahkan, lanjut dia, di Jawa Barat, Banten dan Jakarta pada awal tahun 2020 tercatat lebih dari 60 orang korban jiwa akibat tanah longsor. 

Angka yang besar. Kemudian di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur masih sering terjadi banjir dan longsor," ujar dia. Selain itu, wilayah Sulawesi dan Kalimantan juga berpotensi mengalami dampak La Nina. 

Sebelumnya, Kepala Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Indra Gustari menjelaskan bahwa saat ini La Nina sudah terjadi. La Nina merupakan anomali sistem iklim global yang terjadi dengan periode ulang berkisar antara 2-7 tahun di Samudra Pasifik dan atmosfer, langit di atasnya berubah dari keadaan netral (normal) serta minimal berlangsung selama 2 bulan. 

Baca Juga: Sudah sejauh mana pengembangan vaksin Covid-19 asli buatan Indonesia?

Pada fenomena La Nina yang terjadi adalah pendinginan yang tidak biasa, yaitu anomali suhunya melebihi -0.5 derajat celcius di area yang sama. La Nina akan berdampak pada peningkatan curah hujan dan bisa menyebabkan banjir dan longsor. "Saat ini sudah terjadi La Nina," kata Indra pada Kompas.com, Sabtu (17/10/2020). 

Dia mengatakan indikator La Nina berupa anomali suhu muka laut Pasifik tengah. Menurut data yang didapat hingga 10 Oktober 2020, saat ini suhu sudah berada dibawah -0.5 derajat celcius dan sudah berlangsung lebih dari 7 dasarian (2 bulan lebih). Indra mengatakan puncak La Nina diprediksi akan terjadi pada November-Desember 2020. 

"Analisis dan prediksi Dinamika Atmosfer dan Laut memperlihatkan bahwa November-Desember 2020 La Nina berada pada tingkat moderat," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BNPB Ingatkan Pulau Jawa Waspadai Fenomena Banjir dan Longsor"

Selanjutnya: Ada La Nina plus MJO, ini wilayah dengan curah hujan intensitas lebat

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×