kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.910   51,00   0,29%
  • IDX 6.232   105,08   1,71%
  • KOMPAS100 828   20,39   2,53%
  • LQ45 620   8,97   1,47%
  • ISSI 217   1,20   0,56%
  • IDX30 351   3,70   1,06%
  • IDXHIDIV20 429   2,24   0,53%
  • IDX80 94   1,45   1,56%
  • IDXV30 118   0,16   0,13%
  • IDXQ30 112   0,50   0,45%

BMKG: Waspadai cuaca panas di bulan September 2020


Senin, 31 Agustus 2020 / 22:48 WIB
ILUSTRASI. Bendera merah putih berkibar saat terjadinya Halo Matahari di Kayu Aro Barat, Kerinci, Jambi, Jumat (28/8/2020). Halo Matahari merupakan fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari yang terjadi karena uap air yang terkandung di awan bereaks


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Miming Saepudin mengatakan, suhu cuaca yang cukup panas masih akan terjadi di Indonesia pada September.

Menurut dia, suhu cuaca cukup panas pada bulan September terjadi karena posisi matahari yang berada di garis ekuator.

"Kondisi ini harus diwaspadai selama bulan September karena kondisi cuaca atau suhu cukup panas masih dapat terjadi," kata Miming dalam Rakor bersama BNPB secara virtual, Senin (31/8/2020).

Baca Juga: Cuaca besok di Jawa Bali: Surabaya cerah dan Bandung cerah berawan

Kendati cukup panas, Miming menegaskan, ukuran suhu masih dalam batasan normal. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca saat peralihan jelang musim penghujan. Cuaca ekstrem kemungkinan akan terjadi saat musim peralihan pada September.

"Selama pancaroba itu relatif kejadian cuaca ekstrem seperti puting beliung kemudian hujan lebat dalam durasi singkat, kemudian petir itu bisa lebih sering terjadi selama pancaroba," ujarnya.

"Jadi mulai bulan September, Oktober, November kita perlu waspadai untuk kondisi-kondisi tersebut," ujar dia.

Baca Juga: Cuaca besok di Jabodetabek cerah dan cerah berawan, suhu di Jakarta bisa 35°C

Miming mengatakan, sebanyak 85% wilayah di Indonesia masih mengalami musim kemarau pada September. Sementara sisanya atau 15% sudah masuk pada musim penghujan.

"85% wilayah indonesia masih memasuki musim kemarau. Sedangkan untuk 15 persennya itu dia sudah mulai basah," imbuhnya.




TERBARU

[X]
×