Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menunjukkan kemajuan yang signifikan setelah dilakukan serangkaian pembenahan internal.
Oleh karena itu, ia menilai keberadaan institusi tersebut akan tetap dipertahankan, berbeda dengan wacana pembubaran yang sempat mencuat sebelumnya.
Menurut Purbaya, reformasi telah dilakukan mulai dari penyegaran sumber daya manusia hingga pergantian jajaran pimpinan. Langkah tersebut dinilai mulai membuahkan hasil, baik dari sisi penerimaan negara maupun penindakan terhadap praktik penyelundupan.
Baca Juga: Bos Pajak Tegaskan Babinsa Tidak Terlibat Pemeriksaan Pajak. Ini Batasannya!
"Bea Cukai progressnya sudah amat baik, kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di pucuk-pucuk puncak pimpinan sudah orang-orang yang relatif lebih baik dan mereka tahu kalau mereka nggak baik mereka akan dibubarkan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (21/7).
Ia mengungkapkan penerimaan Bea Cukai kini telah mencatat pertumbuhan lebih dari 6% atau mendekati 7%. Di saat yang sama, peredaran barang selundupan di pasar disebut mulai berkurang, sementara penindakan terhadap rokok ilegal semakin masif.
Selain itu, pemerintah juga mengubah pola penindakan terhadap pelaku penyelundupan. Jika sebelumnya hanya barang ilegal yang disita, kini kendaraan pengangkut juga ditahan hingga seluruh proses pemeriksaan selesai.
Menurut Purbaya, kebijakan tersebut membuat biaya melakukan praktik ilegal menjadi jauh lebih mahal sehingga diharapkan memberikan efek jera.
Purbaya mengatakan perubahan kinerja Bea Cukai juga telah mendapat pengakuan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, jika sebelumnya Presiden sempat menyampaikan wacana pembubaran Bea Cukai, kini pandangannya berubah setelah melihat hasil reformasi yang berjalan.
"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai. Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah signal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita," katanya.
Baca Juga: Investasi di Indonesia Belum Berkualitas, Penyerapan Tenaga Kerja Melambat
Ke depan, Bea Cukai juga akan memperkuat pengawasan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Sistem tersebut akan diterapkan untuk mendukung pengawasan di pelabuhan dan bandara serta terhubung dengan berbagai kantor Bea Cukai di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
