kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

BMKG: Waspada Angin Puting Beliung saat Pancaroba September


Kamis, 08 September 2022 / 14:15 WIB
BMKG: Waspada Angin Puting Beliung saat Pancaroba September
ILUSTRASI. Suasana rumah yang rusak akibat angin puting beliung di Perumahan Rancaekek Permai 2, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/1/2019). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. BMKG menyebutkan, fenomena pancaroba yang terjadi pada September 2022 berpotensi membangkitkan angin puting beliung. 

Sejauh ini, di Bandung saja sudah terjadi dua kali peristiwa angin puting beliung. 

Pertama, Minggu (4/9), angin puting beliung terjadi di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. 

Fenomena tersebut menyebabkan sejumlah rumah rusak ringan hingga rusak sedang. 

Kedua, Senin (5/9), angin puting beliung terjadi di kawasan Jalan BKR, Kota Bandung, Jawa Barat. 

Angin itu menyebabkan bangunan di SPBU Jalan BKR rusak. 

Baca Juga: BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia akan Memulai Musim Hujan Lebih Awal, Ini Daftarnya

Prakiraan BMKG Stasiun Geofisika Bandung Muhamad Iid Mujtahid mengatakan, musim kemarau yang akan berakhir pada akhir September 2022 menyebabkan awan cumulonimbus cepat terbentuk.

Buntutnya, berpotensi menimbulkan angin puting beliung. 

"Kalau terlihat secara visual, ada pembentukan awan cumulonimbus yang bentuknya seperti bunga kol," kata Iid kepada Kompas.com, Kamis (8/9).

"Dan, ada perubahan yang sangat cepat dari putih hingga menjadi hitam pekat, bisa menjadi potensi terjadi angin puting beliung," ungkapnya.

Menurut dia, kondisi cuaca lembab serta muka air laut yang hangat bisa mempercepat pembentukan awan hujan meski masih musim kemarau. 

Sementara peristiwa angin puting beliung yang terjadi di Bandung, Iid bilang, penyebabnya adalah fenomena perubahan arah angin.   

Baca Juga: Hari Tanpa Bayangan Kembali Terjadi di Indonesia, Kapan?

Selain itu, faktor peningkatan suhu akibat maraknya bangunan di lereng bukit membuat pembentukan awan hujan cepat terjadi. 

"Memang, ada kondisi tertentu yang menimbulkan belokan angin, dan itu berkaitan dengan masa transisi pancaroba. Itu juga berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem," sebut Iid.

Untuk itu, dia pun mengimbau masyarakat agar bersiaga terkait dampak yang berpotensi timbul akibat angin puting beliung. 

Jika ada perubahan warna awan secara cepat, menurutnya, warga perlu berwaspada. 

"Masyarakat segera mencari tempat yang paling kokoh dan aman untuk menghindari bencana angin puting beliung," pesan Iid.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Minta Warga Waspadai Puting Beliung Selama Musim Pancaroba"

Penulis: Kontributor Bandung, M. Elgana Mubarokah
Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×