Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi telah terjadi tsunami di wilayah Maluku Utara, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Berdasarkan data pemutakhiran tsunami BMKG, tsunami terjadi di Halmahera Barat pada pukul 07,08 WITA setinggi 0,3 meter dan Bitung pukul 07.15 WITA setinggi 0,2 meter.
Sebelumnya peringatan dini tsunami telah disebar BMKG usai terjadi gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang guncang Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.
Menurut laporan pusat gempa lokasi pusat gempa berada di 1,25 LU, 126,27 BT dengan kedalaman 62 kilometer.
Baca Juga: Waspada Potensi Tsunami Usai Gempa Guncang Maluku Utara 7,8 Magnitudo
Gempa tersebut dirasakan di Ternate V-VI MMI, Ibu V MMI, Manado IV-V MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara III MMI.
Sistem peringatan Tsunami Amerika Serikat (AS) juga sudah mengeluarkan peringatan dini setelah gempa bumi bumi di Maluku Utara, Sulawesi Utara terjadi.
Mengutip Reuters, sistem peringatan Tsunami AS mengatakan, gelombang tsunami yang mencapai 0,3 meter hingga 1 meter di atas permukaan air pasang kemungkinan terjadi di beberapa pantai Indonesia.
"Kemungkinan terjadi perubahan permukaan laut setinggi 1 meter di atas permukaan pasang susut di beberapa pantai Indonesia," kata sistem peringatan tersebut.
Sementara Badan Meteorologi Jepang mengatakan kemungkinan kecil terjadi perubahan permukaan laut di sepanjang Pantai Jepang.
"Tetapi diperkirakan tidak akan ada kerusakan tsunami setelah gempa di dekat Indonesia," kata Badan Meteorologi Jepang seperti dikutip dari Reuters.
Sekedar mengingatkan, BMKG juga sudah mengeluarkan peringatan dini Tsunami di Maluku Utara, Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













