kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.214   164,00   0,91%
  • IDX 5.353   -241,76   -4,32%
  • KOMPAS100 704   -32,31   -4,39%
  • LQ45 534   -24,18   -4,34%
  • ISSI 185   -9,24   -4,75%
  • IDX30 302   -14,00   -4,43%
  • IDXHIDIV20 375   -17,20   -4,39%
  • IDX80 80   -3,57   -4,26%
  • IDXV30 104   -2,87   -2,69%
  • IDXQ30 97   -5,20   -5,09%

Jemaah Puas, Program Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Dinilai Sukses


Senin, 08 Juni 2026 / 13:39 WIB
Jemaah Puas, Program Haji Ramah Lansia dan Disabilitas Dinilai Sukses
ILUSTRASI. Layanan Haji Ramah Lansia (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia dinilai berhasil mewujudkan komitmennya dalam menghadirkan layanan haji yang inklusif pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Upaya memberikan perlindungan sekaligus memenuhi kebutuhan jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah perempuan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj RI, Puji Raharjo, saat meninjau sekaligus melepas kepulangan jemaah haji asal Lombok yang tergabung dalam Kloter LOP 6 di King Abdulaziz International Airport, Minggu (7/6) malam.

Menurut Puji Raharjo, penilaian positif tersebut tercermin dari berbagai testimoni yang disampaikan langsung oleh para jemaah. Berdasarkan pengalaman mereka selama menjalankan ibadah haji, program haji ramah lansia dinilai berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi para jemaah yang membutuhkan layanan khusus.

Baca Juga: Mentan Akan Laporkan 300 Perusahaan yang Menahan Kenaikan Harga TBS Sawit

"Terkait dengan ramah lansia, sudah banyak testimoni dari jemaah. Tadi kita melihat sendiri dua jemaah lansia yang memberikan respons yang cukup baik terhadap pelayanan kita," ujar Puji di Bandara Jeddah, Minggu (7/6/2026)

Tak hanya lansia, peningkatan signifikan juga dirasakan oleh jemaah penyandang disabilitas. Pada musim haji tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah RI secara khusus menggandeng Komisi Nasional Disabilitas (KND) untuk mengawal seluruh proses tahapan haji. Keterlibatan KND ini dimulai sejak tahap persiapan, pelaksanaan, hingga kepulangan jemaah ke tanah air.

"Alhamdulillah, berdasarkan testimoni dari teman-teman disabilitas, tahun ini layanan disabilitas cukup mendapat apresiasi. Kaum disabilitas memang harus mendapatkan perhatian khusus," tambahnya.

Pihaknya  juga menaruh perhatian besar pada konsep Haji Ramah Perempuan, Disabilitas dan Lansia. Puji menjelaskan bahwa sejak awal, skema operasional haji telah didesain untuk merespons kebutuhan jemaah perempuan yang secara kuantitas mendominasi kuota haji Indonesia.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah merekrut petugas haji perempuan dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan musim-musim haji sebelumnya.

"Musim haji tahun ini adalah rekor terbanyak untuk keterlibatan petugas perempuan. Begitu juga dengan pembimbing ibadah perempuan yang kita perbanyak. Karena jemaah haji Indonesia sebagian besar adalah perempuan, maka petugas perempuan di layanan umum, layanan kesehatan, maupun layanan ibadah terus kita tingkatkan," jelas Puji secara rinci.

Meskipun secara keseluruhan operasional haji berjalan sukses dan menuai banyak pujian, Dr. H. Puji Raharjo secara jantan memberikan catatan evaluasi, khususnya mengenai fasilitas penunjang untuk jemaah perempuan saat puncak haji di Mina.

Ia mengakui bahwa ketersediaan dan rasio toilet untuk perempuan di Mina masih menjadi tantangan yang perlu dibenahi bersama pihak masyarik atau otoritas terkait di Arab Saudi.

Baca Juga: Harga Lagi Naik, Bahlil Berniat Relaksasi Kuota Produksi Batubara

"Memang catatannya soal perempuan ini tentang ketersediaan toilet di Mina, khususnya yang belum sesuai dengan harapan kita. Tentu ke depan kita berharap layanan di Mina bisa lebih baik lagi. Walaupun kemarin masih ada kekurangan di sana-sini, insya Allah ke depan kita akan berusaha meningkatkannya lagi," pungkas Puji menutup wawancara.

Suasana pelepasan kloter 6 asal Lombok (LOP) di Bandara Jeddah berlangsung haru dan tertib. Jemaah tampak puas dengan fasilitas pengawalan serta keramahan para petugas yang sigap membantu hingga pintu keberangkatan maskapai.

Hal itu disampaikan salah satu jemaah perempuan asal Lombok, Hj. Fitriany Maksum Syafii. menurutnya, pelayanan haji tahun ini lebih baik dari cerita cerita haji Sebelumnya. Dia merasakan sendiri bagaimana petugas haji Indonesia sangat membantu jemaah, termasuk petugas perempuannya. pelayanan mulai dari Bandara, pemondokan atau hotel hingga di Arafah, Mudzalifah dan Mina.

"Alhamdulillah pelayanan di Arafah sangat luar biasa. Petugas petugas juga ramah dan sangat membantu. Meski di Mina, toiletnya kurang untuk perempuan. Pada layanan seluruhnya sangat baik dan kami sampaikan terima kasih atas pelayanan haji tahun ini," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×