kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.686   -135,24   -2,32%
  • KOMPAS100 734   -18,12   -2,41%
  • LQ45 560   -13,44   -2,35%
  • ISSI 197   -4,32   -2,15%
  • IDX30 318   -7,06   -2,17%
  • IDXHIDIV20 393   -8,51   -2,12%
  • IDX80 84   -2,00   -2,34%
  • IDXV30 107   -1,64   -1,52%
  • IDXQ30 103   -2,09   -1,99%

BKPM yakin realisasi investasi H1 lewati Rp 297 T


Rabu, 27 Juli 2016 / 22:34 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Realisasi investasi semester I tahun 2016 diperkirakan akan tumbuh lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun 2015. Bahkan, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yakin realisasi nilai investasi akan lebih dari separuh target tahun ini.

BKPM sejatinya mengumumkan realisasi investasi enam bulan pertama tahun ini, tadi sore, Selasa (27/7). Namun, acara ini batal lantaran Presiden Joko Widodo menggeser Franky Sibarani dari kursi Kepala BKPM, untuk digantikan Mantan Menteri Perdagangan Thomas Lembong.

Sekadar informasi, tahun lalu, realisasi investasi selama semester I-2015 mencapai Rp 259,7 triliun. Angka tersebut sudah 50% dari total target investasi tahun itu.

Tahun ini, BKPM menargetkan realisasi investais Rp 594,8 triliun. "Hingga semester pertama sudah lebih dari setengahnya," kata Deputi Pengendalian Investasi BKPM Azhar Lubis, Rabu (27/7) di Jakarta.

Itu artinya, pintu investasi Tanah Air ini mengklaim sudah menggenggam realisasi investasi lebih dari Rp 297 triliun sampai akhir Juni lalu. Angka tersebut lebih tinggi 14% ketimbang realisasi pertengahan tahun 2015.

BKPM Berharap prgram pengampunan pajak bisa mendorong realisasi investasi. Terutama yang berasal dari dana repatriasi, diharapkan masuk dalam proyek prioritas yanga ada di BKPM.

Bahkan, untuk memastikan hal itu terjadi, BKPM akan mempermudah investasi yang diajukan dari jalur tax amnesty. Salah satunya, memberikan kesempatan kepada mereka dengan proses izin tiga jam.

Ekonom Institute for Development of Economic and Fianance (INDEF) Enny Srihartati mengatakan, investasi merupakan satu-satunya aspek yang diandalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini. Seperti diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 sebesar 5,2% dalam APBN-P 2016.

Dari target tersebut, pemerintah memperkirakan pertumbuhan investasi swasta atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,1%. Pada semester pertama pertumbuhannya ditargetkan sebesar 5,7% dan pada semester II sebesar 6,3%.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×