kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.109   -16,00   -0,09%
  • IDX 6.041   2,71   0,04%
  • KOMPAS100 789   1,04   0,13%
  • LQ45 600   -2,35   -0,39%
  • ISSI 210   2,88   1,39%
  • IDX30 339   -1,37   -0,40%
  • IDXHIDIV20 422   -0,51   -0,12%
  • IDX80 90   0,08   0,09%
  • IDXV30 115   0,99   0,87%
  • IDXQ30 109   -0,25   -0,23%

BIN usut keterlibatan asing di Papua


Senin, 02 Juli 2012 / 13:26 WIB
Law School tamat dengan rating tinggi dan segera digantikan Monthyly Magazine Home di JTBC.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Badan Intelijen Negara (BIN) tidak menutup kemungkinan keterlibatan asing dalam aksi kekerasan yang terjadi di Papua. Kepala BIN Letnan Jenderal TNI Marciano Norman mengaku tengah mendalami kemungkinan tersebut. "Kemungkinan itu tetap kami dalami," katanya, Senin (2/7).

Sejauh ini, BIN sudah mengidentifikasi pelaku penembakan terhadap rombongan Yonif 431 Kostrad, Minggu (1/7) lalu. Menurut Marciano, aparat keamanan telah mengejar pelaku yang diduga kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

BIN juga membuka kesempatan bagi anggota OPM untuk bergabung dengan Indonesia. "Pintu selalu terbuka dan untuk menjadi NKRI karena Papua hanya bisa dibangun apabila kita bersama-sama membangunnya," jelasnya.

Sebagai informasi, eskalasi kekerasan di Papua beberapa minggu terakhir kian meninggkat. Penembakan yang dilakukan orang tidak dikenal masih sering terjadi.

Paling anyar saat peringatan HUT OPM, terjadi penghadangan terhadap iring-iringan kendaraan patroli Yon 431 Kostrad, Minggu (1/7), saat hendak melintasi kawasan Sawi Tami, Kecamatan Wembi, Kabupaten Keerom, perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×