kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.010   29,00   0,16%
  • IDX 5.911   34,81   0,59%
  • KOMPAS100 768   3,59   0,47%
  • LQ45 583   1,60   0,28%
  • ISSI 205   1,70   0,83%
  • IDX30 330   0,73   0,22%
  • IDXHIDIV20 407   0,29   0,07%
  • IDX80 87   0,33   0,38%
  • IDXV30 110   -0,06   -0,05%
  • IDXQ30 106   0,08   0,07%

Bila listrik tak naik, pemerintah nombok Rp 12 triliun


Rabu, 29 September 2010 / 17:38 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can


JAKARTA. Bila tarif listrik tidak naik tahun depan, pemerintah terpaksa menombok anggaran sebesar Rp 12 triliun. Anggaran ini untuk menambal membengkaknya konsumsi BBM subsidi.

Pemerintah telah mengusulkan tarif setrum naik sebesar 15% tahun depan. Namun, Komisi VII DPR menolak rencana tersebut.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo tetap ngotot menaikkan tarif setrum tahun depan. "Kami merekomendasikan harus ada kenaikan tapi memang selektif. Paling tidak supaya tidak perlu menambah Rp 12 triliun lebih untuk tambahan subsidi," katanya, Rabu (29/9).

Namun, penambahan biaya subsidi itu tak akan terjadi jika PLN bisa melakukan penghematan dengan memakai bahan bakar gas. Nilainya sebesar Rp 15 triliun. Cara lainnya, melalui efisiensi di internal PLN dengan mengurangi susut jaringan, dan memastikan pelaksanaan proyek 10.000 megawatt selesai tepat waktu.

Nah bila itu dilakukan, Agus mengatakan, pemerintah tidak perlu mengimbau seluruh instansi pemerintah dan lembaga negara untuk mengurangi belanja khususnya belanja rutin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×