kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Biaya Haji 2027 Diprediksi Naik, Cek Data Biaya Haji 2014-2026 yang Semakin Mahal


Minggu, 05 Juli 2026 / 07:38 WIB
Biaya Haji 2027 Diprediksi Naik, Cek Data Biaya Haji 2014-2026 yang Semakin Mahal
ILUSTRASI. Biaya Haji 2027 Diprediksi Naik, Cek Data Biaya Haji 2014-2026 yang Semakin Mahal


Reporter: Adi Wikanto, Siti Masitoh | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID – MADINAH. Biaya penyelenggaraan ibadah haji untuk musim haji 2027 diperkirakan meningkat dari tahun 2026. Simak perkembangan biaya haji dari tahun ke tahun.

Peningkatan biaya haji 2026 karena meningkatnya berbagai komponen biaya, mulai dari layanan di Arab Saudi hingga dampak ketidakpastian ekonomi global.

Meski demikian, pemerintah memastikan kenaikan tersebut tidak akan serta-merta dibebankan kepada jemaah melalui skema pembiayaan yang sedang disiapkan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga agar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) yang harus dibayarkan jemaah tetap terjangkau, meskipun biaya penyelenggaraan secara keseluruhan diperkirakan meningkat.

Dahnil menjelaskan, kenaikan biaya haji tidak dapat dihindari karena hampir seluruh komponen penyelenggaraan mengalami peningkatan. Meski demikian, Presiden telah menginstruksikan agar tambahan beban tersebut tidak dibebankan kepada calon jemaah.

"Memang ada kenaikan komponen biaya. Kemungkinan kalau BPIH tahun lalu sekitar Rp 89 juta, tahun ini kemungkinan naik. Tapi Presiden memerintahkan supaya jangan dibebankan kepada jemaah. Artinya, jemaah harus tetap diringankan sesulit apa pun kondisi ekonomi," ujar Dahnil, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Kapolri Resmi Lantik Irjen Wibowo sebagai Kakorlantas Polri

Menurutnya, kondisi ekonomi global yang masih dipenuhi ketidakpastian menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan biaya penyelenggaraan haji. Konflik geopolitik di berbagai kawasan turut memicu kenaikan harga barang, jasa, hingga biaya transportasi internasional.

Selain faktor global, kebijakan Pemerintah Arab Saudi juga memberikan dampak terhadap biaya haji Indonesia. Salah satunya adalah perubahan standar layanan haji, di mana layanan tipe D dihapus dan ditingkatkan menjadi tipe C. Perubahan tersebut menyebabkan biaya pelayanan yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Tak hanya itu, biaya konsumsi atau avtur, harga berbagai kebutuhan operasional, hingga ongkos penerbangan juga mengalami kenaikan.

"Semua komponen biaya haji mengalami kenaikan. Aftur naik, kemudian pelayanan di Arab Saudi juga naik. Harga barang naik, sehingga ongkos pesawat juga ikut terdorong naik," kata Dahnil.

Pemerintah Siapkan Skema Ringankan Biaya Jemaah

Meski biaya penyelenggaraan meningkat, pemerintah menegaskan akan mengoptimalkan skema pembiayaan agar biaya yang dibayarkan jemaah tetap lebih ringan. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah meningkatkan porsi nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dalam pembiayaan penyelenggaraan ibadah haji.

Dahnil menjelaskan, pada penyelenggaraan haji 2026 sekitar 39% biaya haji ditopang oleh nilai manfaat BPKH, sementara lebih dari 60% masih berasal dari setoran yang dibayarkan jemaah.

Ke depan, pemerintah menargetkan komposisi tersebut berubah sehingga kontribusi nilai manfaat BPKH meningkat hingga sekitar 60%. Dengan demikian, porsi biaya yang harus dibayarkan langsung oleh jemaah dapat ditekan menjadi sekitar 40%.

"Walaupun BPIH naik, kami berharap biaya yang dibayarkan jemaah lebih kecil karena nilai manfaat yang dibayarkan BPKH jauh lebih besar," ujarnya.

Baca Juga: Puan Minta Latsarmil Koperasi Merah Putih Difokuskan ke Aspek Manajerial 

Perkembangan Biaya Haji

Berikut daftar biaya haji dari tahun ke tahun:

1. Biaya haji 2014

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 40,03 juta

Nilai manfaat: Rp 19,24 juta

Total BPIH: Rp 59,27 juta

2. Biaya haji 2015

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 37,49 juta

Nilai manfaat: Rp 24,07 juta

Total BPIH: Rp 61,56 juta

3. Biaya haji 2016

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 34,60 juta

Nilai manfaat: Rp 25,40 juta

Total BPIH: Rp 60 juta

Tonton: Siap-Siap, Harga Tiket Konser, Olah Raga & Wisata Makin Mahal Di 2025

4. Biaya haji 2017

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 34,89 juta

Nilai manfaat: Rp 26,90 juta

Total BPIH: Rp 61,79 juta

5. Biaya haji 2018

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 35,24 juta

Nilai manfaat: Rp 33,72 juta

Total BPIH: Rp 68,96 juta

6. Biaya haji 2019

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 35,24 juta

Nilai manfaat: Rp 33,92 juta

Total BPIH: Rp 69,16 juta

7. Biaya haji 2022

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 39,89 juta

Nilai manfaat: Rp 57,91 juta

Total BPIH: Rp 97,79 juta

8. Biaya haji 2024

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 56 juta

Nilai manfaat: Rp 37,7 juta

Total BPIH: Rp 93,4 juta 

9, Biaya haji 2025 

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp55.431.750,78.

Nilai manfaat: Rp33.978.508,01.

Total BPIH: Rp 89.410.258,79 

10. Biaya haji 2026 

Biaya yang dibayar per jemaah: Rp 54,1 juta

Nilai manfaat: Rp 33,2 juta

Total BPIH:  Rp 87,4 juta 

 

Danantara Ungkap Laba Pertamina Melejit 80%, Tembus Rp 24,9 Triliun Hingga April 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×