kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.063   -14,00   -0,08%
  • IDX 5.641   -198,63   -3,40%
  • KOMPAS100 747   -24,46   -3,17%
  • LQ45 564   -16,87   -2,90%
  • ISSI 197   -6,24   -3,07%
  • IDX30 319   -9,22   -2,81%
  • IDXHIDIV20 395   -11,42   -2,81%
  • IDX80 85   -2,44   -2,80%
  • IDXV30 108   -3,75   -3,37%
  • IDXQ30 103   -2,90   -2,73%

BI waspadai kemungkinan El Nino


Selasa, 19 Mei 2015 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Cara kirim pesan ke seseorang di Youtube.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memandang inflasi masih harus diwaspadai. Meskipun dalam trend menurun, namun inflasi masih menuai risiko yang salah satunya datang dari potensi adanya el nino.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan secara umum inflasi terkendali dan dirinya optimis hingga akhir tahun inflasi akan berada dalam target 4% plus minus 1%. Hanya saja salah satu risiko inflasi yang menghantui BI adalah potensi el nino.

"El Nino kalau memang terjadi kita harus persiapkan diri. 2014 lalu pernah persiapkan diri dan tidak terjadi untuk Indonesia," ujarnya, Selasa (19/5).

Selain itu, harga minyak dunia juga cenderung naik. Harga minyak dunia yang meningkat akan menyebabkan adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri dan bisa berpengaruh pada inflasi.

Menurut Mantan Menteri Keuangan ini, inflasi Indonesia dalam trend menurun dan sudah berada pada kisaran 7%. Akan tetapi level 7% itu masih tinggi. "Baru di akhir 2015 akan ada di kisaran 4% plus minus 1%," tandasnya.

Atas dasar inilah salah satu penyebab BI mempertahankan kebijakan moneter ketatnya dengan suku bunga acuan 7,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×