kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

BI revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 di kisaran 4,3% hingga 5,3%


Kamis, 18 Februari 2021 / 14:33 WIB
BI revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 di kisaran 4,3% hingga 5,3%
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Kamis (17/9/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2021 menjadi di kisaran 4,3% hingga 5,3%. Sebelumnya, BI optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di kisaran 4,8% hingga 5,8%.

“Ini sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020 yang masih tumbuh minus 2,19% yoy,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo, Kamis (18/2) via video conference.

Masih lemahnya pertumbuhan di kuartal terakhir tahun lalu disebabkan oleh masih lemahnya konsumsi swasta dan investasi bangunan, juga trbatasnya mobilitas akibat pandemi Covid-19.

Namun, meski ada koreksi proyeksi pertumbuhan tahun ini, Perry masih melihat adanya peluang perbaikan ekonomi yang berlanjut di tahun ini.

Seperti perbaikan kinerja ekspor akibat membaiknya harga komoditas primer seperti kelapa sawit, batubara, dan besi baja. Tak hanya itu, ada juga perbaikan harga sejumlah produk manufaktur seperti kimia organik, kendaraan bermotor, dan alas kaki yang mendorong kinerja di sejumlah sektor-sektor ekonomi.

Baca Juga: Sri Mulyani: Proyeksi rentang pertumbuhan ekonomi bergeser jadi 4,3%-5,3%

Bahkan, perbaikan kinerja ekspor juga terlihat di sejumlah wilayah, khususnya SUlawesi, Maluku, Papua, Jawa, dan Sumatera.

Kemudian, untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi, BI dan pemerintah bahu membahu dalam mendorong permintaan domestik. Ini dilakukan dengan sinergi kebijakan yang mencakup 5 aspek.

Pertama, pembukaan sektor-sektor produktif dan aman. Kedua, akselerasi stimulus fiskal. Ketiga, peningkatan kredit dan pembiayaan dari perbankan dan sektor keuangan dari sisi permintaan maupun penawaran.

Keempat, berlanjutnya stimulus moneter dan makroprudensial dari bank sentral. Kelima, percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya terkait pengembangan UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×