kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

BI proyeksikan inflasi Juli 2020 sebesar 0,04%, telur dan daging ayam ras jadi pemicu


Sabtu, 04 Juli 2020 / 04:05 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi pada bulan Juli 2020 akan lebih rendah daripada inflasi pada bulan Juni 2020. Berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) BI pada minggu pertama bulan ini, inflasi diperkirakan akan sebesar 0,04% mom. 

"Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2020 secara tahun kalender sebesar 1,13% ytd dan secara tahunan sebesar 1,69% yoy," kata Direktur Eksekutif BI Onny Widjanarko dalam keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, Jumat (3/7). 

Baca Juga: BI akui pembelian SBN di pasar perdana memicu peningkatan inflasi

Onny menjabarkan penyumbang utama inflasi pada seminggu pertama bulan ini, yaitu komoditas telur ayam ras yang harganya naik 0,06% mom, daging ayam ras yang naik 0,03% mom, emas perhiasan yang naik 0,02% mom, serta rokok kretek filter sebesar 0,01% mom. 

Sementara itu, ada komoditas yang menyumbang deflasi karena mengalami penurunan harga, yaitu bawang merah sebesar 0,06% mom, bawang putih dan jeruk yang masing-masing turun 0,02% mom, serta cabai merah, minyak goreng, cabai rawit, gula pasir, dan angkutan udara yang masing-masing turun 0,01% mom. 

Onny menambahkan, BI akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait dalam memonitor dinamika perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

Selain itu, bank sentral juga akan terus memasang pertahanan dengan koordinasi kebijakan lanjutan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia agar tetap baik dan berdaya tahan.

Baca Juga: Jokowi pertimbangkan untuk kembalikan pengawasan bank ke Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×