kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

BI Perkuat Pelonggaran Moneter, Outstanding SRBI Turun Jadi Rp 694 Triliun


Rabu, 21 Januari 2026 / 19:20 WIB
BI Perkuat Pelonggaran Moneter, Outstanding SRBI Turun Jadi Rp 694 Triliun
ILUSTRASI. Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo (KONTAN/Siti Masitoh) Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pelonggaran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas dan mendorong likuiditas perekonomian.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pelonggaran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas dan mendorong likuiditas perekonomian. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menurunkan outstanding instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, posisi SRBI tercatat turun dari Rp 916,97 triliun pada awal 2025 menjadi Rp 730,90 triliun pada akhir 2025. Penurunan tersebut berlanjut hingga mencapai Rp 694,04 triliun per 20 Januari 2026.

Baca Juga: BI Sudah Beli SBN Rp 23,69 Triliun pada Januari 2026

“Ekspansi likuiditas Rupiah ditempuh melalui penurunan posisi instrumen moneter SRBI,” ujar Perry dalam konfrensi pers, Rabu (21/1/2026).

Selain melalui pengelolaan instrumen moneter, BI juga melonggarkan kebijakan dengan menurunkan suku bunga acuan BI-Rate. Sejak September 2024, BI-Rate telah turun sebesar 150 basis poin (bps), terdiri dari penurunan 25 bps pada September 2024 dan 125 bps sepanjang 2025, sehingga berada di level 4,75% hingga Desember 2025. Level tersebut merupakan yang terendah sejak 2022.

Di sisi lain, BI tetap memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Langkah ini dilakukan melalui intervensi di pasar off-shore menggunakan instrumen non-deliverable forward (NDF), serta intervensi di pasar domestik melalui pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), dan pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Perry menegaskan, bauran kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus memastikan kecukupan likuiditas di tengah dinamika global yang masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: BI Proyeksikan NPI 2026 Tetap Kuat, Defisit Transaksi Berjalan Rendah

Selanjutnya: BI Tahan Suku Bunga Acuan 4,75%, Begini Prospek Kinerja Emiten Properti Tahun 2026

Menarik Dibaca: Wyndham Culinary Journey Tawarkan 10 Kuliner Nusantara nan Menggoda

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×