kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

BI: pelemahan rupiah hanya sementara


Selasa, 11 Agustus 2015 / 16:36 WIB
BI: pelemahan rupiah hanya sementara


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

BALIKPAPAN. Kondisi rupiah semakin memprihatinkan pada transaksi perdagangan hari ini, Selasa (11/8). Di pasar spot pukul 10.02 WIB, nilai tukar rupiah mendekati level Rp 13.600, yakni berada di level Rp 13.573 per US$ 1. Ini merupakan level terlemah sejak Agustus 1998 silam.

Jika dibandingkan dengan level penutupan kemarin yang berada pada posisi Rp 13.551 per US$ 1, mata uang Garuda melemah 0,16%.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara menjelaskan, pergerakan rupiah hari ini terjadi karena keputusan pemerintah China melakukan pelebaran currency band sebesar 1,9%. Menurut Mirza, hal tersebut dilakukan dalam rangka mendorong daya saing ekspor China lantaran mata uang negara pesaing dagannya seperti Jepang, Korea, dan Eropa telah mengalami depresiasi yang cukup besar.

Lebih lanjut menurut Mirza, keputusan kemudian membawa pengaruh terhadap seluruh mata uang regional termasuk rupiah. Kendati demikian menurutnya, pengaruh keputusan tersebut terhadap mata uang garuda tidak sebesar pengaruh terhadap mata uang Singapura, Korea, Taiwan, dan Thailand. Pengaruh ini pun diproyeksikan BI hanya bersifat sementara (temporer).

"Tapi Indonesia tidak perlu ikut terdepresiasi karena rupiah sudah undervalue cukup banyak," kata Mirza, Selasa (11/8).

Mirza juga menyatakan, kurs rupiah saat ini juga sudah kompetitif untuk mendorong ekspor manufaktur dan mendorong turis masuk ke Indonesia. Namun BI tak segan-segan melakukan intervensi di pasar valas untuk menjaga volatilitas nilai tukar rupiah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×