kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.888.000   -5.000   -0,17%
  • USD/IDR 17.166   9,00   0,05%
  • IDX 7.623   -0,45   -0,01%
  • KOMPAS100 1.054   -2,43   -0,23%
  • LQ45 759   -1,33   -0,17%
  • ISSI 277   -0,26   -0,09%
  • IDX30 404   0,70   0,17%
  • IDXHIDIV20 491   1,32   0,27%
  • IDX80 118   -0,21   -0,18%
  • IDXV30 139   0,47   0,34%
  • IDXQ30 130   0,45   0,35%

BI: Pekan pertama Mei, inflasi 0,06%


Jumat, 13 Mei 2016 / 14:15 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Deflasi yang terjadi pada April 2016 sebesar 0,45% kemungkinan besar tidak akan berlanjut pada bulan Mei ini. Hasil survei pemantauan harga pekan pertama Mei 2016 yang dilakukan Bank Indonesia (BI), indeks harga konsumen (IHK) menujukkan inflasi.

Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung mengatakan, pada pekan pertama bulan Mei, IHK menujukkan inflasi sebesar 0,06%. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi Mei 2015 yang sebesar 0,5%.

Sementara itu, inflasi tahunan pekan pertama Mei 2016 sebesar 3,15%. "Itu wajar, kan dampak dari (penurunan harga) bahan bakar minyak juga sudah abis," kata Juda di Kantor Kementerian Keuangan (Kemkeu), Jakarta, Jumat (13/5).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, pergerakan harga pangan di awal Mei tahun ini masih terkendali. Apalagi harga beras yang di beberapa daerah masih menurun akibat dari pergeseran musim panen raya.

"Komoditi lain seperti ayam (harganya) masih turun. Kemarin, bawang itu sudah ditangani, naiknya sudah melambat. Yang lain, kaya cabai masih stabil sekali," kata Suryamin kepada KONTAN, Rabu (11/5) lalu.

Meski demikian, Suryamin membuka peluang adanya tekanan harga pada akhir bulan Mei, karena mendekati musim puasa yang dimulai pada awal bulan depan. Namun, ia masih enggan memperkirakan besaran IHK bulan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×