kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.791
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,00%

BI pangkas proyeksi pertumbuhan 2016 jadi 5%-5,4%

Kamis, 19 Mei 2016 / 20:25 WIB

BI pangkas proyeksi pertumbuhan 2016 jadi 5%-5,4%



JAKARTA. Rendahnya realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini sebesar 4,92% membuat Bank Indonesia merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Otoritas moneter memproyeksi, pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5%-5,4%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,2%-5,6%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pihaknya melihat kondisi pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini lebih lemah dibanding sebelumnya. Menurut Agus, pelemahan tersebut tak hanya bersumber dari negara maju, melainkan juga dari pertumbuhan negara berkembang yang terkoreksi tajam.


Tak hanya itu, BI juga melihat harga minyak masih akan rendah walaupun sudah ada sedikit perbaikan.

Namun demikian dari sisi domestik, pihaknya melihat bahwa pertumbuhan konsumsi dan investasi belum cukup kuat meski telah diberikan stimulus moneter dan fiskal.

"Kami tetapkan perlu dilakukan peneyesuaian karena ekonomi dunia melemah berdampak pada ekspor impor Indonesia dan kondisi domestik," kata Agus dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (19/5).

Saat ini, BI juga akan mengikuti rencana pembahasan mengenai Tax Amnesty antara pemerintah dan DPR. Tak hanya itu, BI juga masih mengikuti rencana pemeirntah terkait dengan revisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016.

Nantinya, BI akan mengikuti diskusi pembahasan kedua Undang-Undang tersebut sehingga memiliki gambaran yang lebih tajam mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesai tahun ini hingga jangka menengah.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, stimulus fiskal melalui peningkatan investasi di sektor publik, yaitu pembangunan infrastruktur masih belum mampu mendorong investasi swasta. Sementara itu, dari sisi permintaan konsumsi belum naik karena permintaan global yang juga masih lemah.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung sebelumnya mengatakan, akselerasi pengeluaran pemerintah yang dimulai sejak kuartal ketiga tahun lalu belum menggairahkan investasi swasta. Menurutnya, butuh waktu transimisi dari stimulus tersebut sekitar lima kuartal.

"Jadi kira-kira triwulan ketiga swastanya sudah mulai," katanya.


Reporter: Adinda Ade Mustami
Editor: Sanny Cicilia

PERTUMBUHAN EKONOMI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0062 || diagnostic_api_kanan = 0.4351 || diagnostic_web = 3.1274

Close [X]
×