kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

BI minta kenaikan UMP perhatikan produktivitas


Selasa, 11 November 2014 / 18:05 WIB
Pekerja PT Hutama Karya menggunakan alat berat menyelesaikan jalan tol di Gerbang Tol Tanjung Mulia Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/7/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Salah satu risiko inflasi jangka pendek yang diperhatikan Bank Indonesia (BI) adalah kenaikan upah minimum buruh pada tahun depan. Oleh karena itu, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) harus memperhitungkan produktivitas.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan UMP tidak hanya soal menjaga daya beli masyarakat, namun juga harus memperhitungkan produktivitas. "Kalau tidak diikuti produktivitas, daerah itu nanti daya saingnya turun," ujar Perry dalam konferensi pers "Perekonomian Daerah: Perkembangan Terkini, Risiko dan Tantangan ke Depan" di Bandung,  Selasa (11/11).

Menurut Perry, kalau daya saing wilayah turun maka ekonominya juga akan turun. Maka dari itu, dirinya mengakui pola penetapan UMP harus memperhitungkan daya saing agar bisa lebih terjaga.

Selain UMP, BI juga memperhatikan kemungkinan adanya inflasi akibat kenaikan harga BBM subsidi dan penurunan produksi pangan akibat kekeringan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×