kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

BI minta kenaikan UMP perhatikan produktivitas


Selasa, 11 November 2014 / 18:05 WIB
Pekerja PT Hutama Karya menggunakan alat berat menyelesaikan jalan tol di Gerbang Tol Tanjung Mulia Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/7/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Salah satu risiko inflasi jangka pendek yang diperhatikan Bank Indonesia (BI) adalah kenaikan upah minimum buruh pada tahun depan. Oleh karena itu, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) harus memperhitungkan produktivitas.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan UMP tidak hanya soal menjaga daya beli masyarakat, namun juga harus memperhitungkan produktivitas. "Kalau tidak diikuti produktivitas, daerah itu nanti daya saingnya turun," ujar Perry dalam konferensi pers "Perekonomian Daerah: Perkembangan Terkini, Risiko dan Tantangan ke Depan" di Bandung,  Selasa (11/11).

Menurut Perry, kalau daya saing wilayah turun maka ekonominya juga akan turun. Maka dari itu, dirinya mengakui pola penetapan UMP harus memperhitungkan daya saing agar bisa lebih terjaga.

Selain UMP, BI juga memperhatikan kemungkinan adanya inflasi akibat kenaikan harga BBM subsidi dan penurunan produksi pangan akibat kekeringan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×