kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

BI minta kenaikan UMP perhatikan produktivitas


Selasa, 11 November 2014 / 18:05 WIB
Pekerja PT Hutama Karya menggunakan alat berat menyelesaikan jalan tol di Gerbang Tol Tanjung Mulia Medan, Sumatera Utara, Rabu (29/7/2020). ANTARA FOTO/Septianda Perdana/foc.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

BANDUNG. Salah satu risiko inflasi jangka pendek yang diperhatikan Bank Indonesia (BI) adalah kenaikan upah minimum buruh pada tahun depan. Oleh karena itu, kenaikan upah minimum provinsi (UMP) harus memperhitungkan produktivitas.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan UMP tidak hanya soal menjaga daya beli masyarakat, namun juga harus memperhitungkan produktivitas. "Kalau tidak diikuti produktivitas, daerah itu nanti daya saingnya turun," ujar Perry dalam konferensi pers "Perekonomian Daerah: Perkembangan Terkini, Risiko dan Tantangan ke Depan" di Bandung,  Selasa (11/11).

Menurut Perry, kalau daya saing wilayah turun maka ekonominya juga akan turun. Maka dari itu, dirinya mengakui pola penetapan UMP harus memperhitungkan daya saing agar bisa lebih terjaga.

Selain UMP, BI juga memperhatikan kemungkinan adanya inflasi akibat kenaikan harga BBM subsidi dan penurunan produksi pangan akibat kekeringan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×