kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

BI: Likuiditas perekonomian (M2) meningkat pada Februari 2020


Selasa, 31 Maret 2020 / 10:44 WIB
ILUSTRASI. Gedung kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, surat berharga selain saham juga mengalami peningkatan pertumbuhan, yaitu dari 31,8% yoy pada Januari 2020 menjadi 34,7% yoy. Ini didorong oleh peningkatan surat berharga yang dimiliki oleh perusahaan korporasi finansial dalam rupiah.

Lebih lanjut, berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi M2, peningkatan pada bulan lalu disebabkan oleh peningkatan pertumbuhan aktiva dalam negeri bersih.

Aktiva dalam negeri bersih meningkat pertumbuhannya dari 6,2% yoy menjadi 7,2% yoy pada Februari 2020. Ini disebabkan oleh ekspansi operasi keuangan pemerintah yang tercermin dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 11,9% yoy atau lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,8% yoy.

"Ekspansi tersebut disebabkan oleh peningkatan tagihan sistem moneter kepada pemerintah pusat berupa obligasi dalam valas, diiringi dengan penurunan kewajiban sistem moneter kepada pempus berupa simpanan," kata BI.

Baca Juga: Sejumlah daerah terapkan lockdown, ini dampaknya menurut sosiolog

Sementara itu, penyaluran kredit masih mengalami perlambatan pertumbuhan, yakni dari 5,7% yoy menjadi 5,5% yoy pada Februari 2020. Perlambatan terlihat pada kredit modal kerja, investasi, maupun konsumsi pada golongan nasabah korporasi maupun perorangan.

Bank sentral juga mencatat aktiva luar negeri bersih tercatat stabil sebesar 9,9% yoy. Ini disebabkan oleh peningkatan tagihan sistem moneter kepada bukan penduduk sejalan dengan depresiasi nilai tukar rupiah.

"Ini juga diimbangi dengan peningkatan pertumbuhan kewajiban sistem moneter kepada bukan penduduk, terutama berupa simpanan non residen serta kepemilikan surat berharga oleh non residen dalam valas," tandas BI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×