kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.705   -78,00   -0,44%
  • IDX 6.664   67,78   1,03%
  • KOMPAS100 871   12,33   1,44%
  • LQ45 661   8,80   1,35%
  • ISSI 232   2,52   1,10%
  • IDX30 370   4,67   1,28%
  • IDXHIDIV20 457   6,50   1,44%
  • IDX80 99   1,43   1,46%
  • IDXV30 127   2,80   2,26%
  • IDXQ30 118   1,70   1,46%

BI lakukan ekspansi pasar terbuka untuk tingkatkan likuiditas perbankan


Sabtu, 09 Maret 2019 / 08:35 WIB


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam rangka meningkatkan ketersediaan likuiditas rupiah bagi perbankan, Bank Indonesia (BI) menyelenggarakan lelang reguler operasi pasar terbuka ekspansi melalui lelang term repo dan forex swap.

Lelang dilaksanakan tiga kali dalam setiap minggunya. Jadwal lelang sudah ditetapkan dalam enam bulan ke depan (21 Maret -19 September 2019), sebagaimana dapat dilihat pada website BI.

"Dengan jadwal yang sudah pasti ditetapkan selama 6 bulan ke depan diharapkan dapat meningkatkan kepastian dalam pengelolaan likuiditas perbankan, jelas Kepala Departmen Pengelolaan Moneter BI Nanang Hendarsah, Jumat (8/3).

Berdasarkan catatan BI total Winner Repo (injeksi likuiditas) selama 2018 adalah Rp 345,5 triliun. Sedangkan selama Januari - Februari 2019 total injeksi likuiditas melalui term repo Rp 76,5 triliun. Selanjutnya, total injeksi likuiditas rupiah melalui lelang forex swap selama 2018 tercatat sebesar Rp 243,33 triliun

Dalam lelang term repo, Bank Indonesia melakukan ekspansi likuiditas ke perbankan dengan menerina agunan berupa Surat Berharga Negara (SBN) atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI), pada tenor yang sudah ditetapkan.

Sedangkan dalam lelang forex swap, BI melakukan ekspansi (menyerahkan) likuditas Rupiah kepada bank, dan menerima valuta asing pada kaki pertama (first leg), serta menerima kembali rupiah dan menyerahkan valuta asing pada kaki ke dua (second leg). Tenor swap adalah 1, 3, 6, dan 12 bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×