kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

BI: Kegiatan usaha pada Q3-2019 menunjukkan perlambatan meski tetap tumbuh positif


Kamis, 10 Oktober 2019 / 11:33 WIB

BI: Kegiatan usaha pada Q3-2019 menunjukkan perlambatan meski tetap tumbuh positif
ILUSTRASI. Visitors walk as they leave Bank Indonesia headquarters in Jakarta, Indonesia, January 17, 2019. REUTERS/Willy Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) pada kuartal III-2019 menunjukkan bahwa kegiatan usaha pada kuartal ini melambat dibandingkan kegiatan usaha pada kuartal II-2019.

Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada kuartal III-2019 yang sebesar 13,39%, atau mengalami penurunan sebesar 5,78% dari kuartal sebelumnya yang mencapai 19,17%.

Baca Juga: BI: Kinerja sektor Industri pengolahan pada Q3-2019 melambat, tetapi masih ekspansif

Pertumbuhan kegiatan usaha ini ditopang oleh sektor konstruksi yang meningkat dari kuartal II-2019. Pada kuartal ini, SBT sektor tersebut sebesar 1,24%.

"Pertumbuhan kinerja didorong oleh peningkatan proyek konstruksi/ infrastruktur di dalam negeri," ujar Bank Indonesia (BI) lewat hasil SKDU yang terbit pada Kamis (10/10).

Berdasarkan sektor ekonomi, perlambatan kegiatan usaha terjadi di beberapa sektor utama perekonomian, seperti Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yang menunjukkan SBT sebesar -0,07%.

Baca Juga: Perbankan optimistis KKB masih bisa tumbuh lebih baik

Penurunan, khususnya terjadi di sub setor tanaman bahan makanan dan dipengaruhi oleh kekeringan dan hama penyakit yang memberi dampak penurunan hasil panen.

Perlambatan juga terjadi di sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran, meski SBT kegiatan usaha sebesar 2,06%. Khususnya ini terjadi pada subsektor perdagangan dan hotel yang disebabkan oleh turunnya permintaan.

Untuk ke depannya, responden rupanya pesimistis dengan pertumbuhan kegiatan usaha di kuartal selanjutnya. Hal ini terlihat dari proyeksi SBT pada kuartal IV-2019 yang diperkirakan akan menunjukkan angka sebesar 9,13%.

Baca Juga: Darmin: Dunia sedang payah, tapi jangan anggap di Indonesia juga sama

Meski begitu, mereka optimistis kegiatan usaha akan tetap tumbuh positif dan didorong oleh sektor konstruksi dan sebagian besar sektor tersier.


Reporter: Bidara Pink
Editor: Yudho Winarto

Video Pilihan


Close [X]
×