kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

BI: Indonesia Punya Senjata Lebih Beragam untuk Tekan Inflasi


Rabu, 31 Mei 2023 / 14:28 WIB
ILUSTRASI. Negara-negara di dunia tengah berjuang untuk mengendalikan inflasi, termasuk Indonesia. . REUTERS/Willy Kurniawan/File Photo


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Negara-negara di dunia tengah berjuang untuk mengendalikan inflasi, termasuk Indonesia. 

Namun, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung mengatakan pengendalian Indonesia memiliki senjata pengendalian inflasi yang lebih kaya dari negara-negara lain. 

Ini yang kemudian membuat pengendalian inflasi di Indonesia tidak memberi efek samping negatif, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi. 

Juda menjelaskan. Negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris berjuang mengendalikan inflasi hanya dengan instrumen kebijakan suku bunga. 

Baca Juga: Survei Pengendalian Harga BI: Inflasi Mei 2023 Berpeluang Capai 4,51% YoY

Sedangkan Indonesia, tak hanya mengandalkan kebijakan suku bunga. Namun, juga pengendalian inflasi pangan lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). 

"Jadi, mereka tidak memiliki GNPIP, tidak punya TIm Pengendalian Inflasi. Satu-satunya senjata untuk mengendalikan inflasi adalah kenaikan suku bunga," terang Juda, Kamis (31/5). 

Nah, suku bunga yang kemudian tinggi memberi efek samping negatif terhadap perekonomian di negara-negara tersebut. 

Di AS misalnya, Paman Sam kini tengah mengecap getah suku bunga tinggi berupa beberapa bank yang jatuh. 

Sekto riil di AS juga mulai terdampak. Banyak perusahaan yang kemudian harus gulung tikar akibat suku bunga yang tinggi. 

Sedangkan Indonesia, kini sudah mulai bertahap bisa menurunkan inflasi. Per April 2023, inflasi bergerak di kisaran 4,33% YoY atau lebih rendah dari inflasi tahun 2022 yang sebesar 5,51% YoY. 

Baca Juga: Waspada! Ada Potensi Kenaikan Inflasi Tersulut Peningkatan Harga Pangan

Memang, inflasi masih melampaui kisaran sasaran BI yang sebesar 2% YoY hingga 4% YoY. Namun, Juda yakin inflasi akan kembali ke kisaran sasaran dengan berbagai upaya yang dilakukan. 

BI sendiri memperkirakan inflasi akan kembali ke target pada kuartal III-2023. Gubernur BI Perry Warjiyo pun pada beberapa waktu lalu mengungkapkan, inflasi akan kembali ke target pada Agustus 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×