kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.997.000   -24.000   -0,79%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Jamin Pasokan LPG Jelang Lebaran, Pemerintah Lakukan Impor dari Australia


Minggu, 15 Maret 2026 / 11:24 WIB
Jamin Pasokan LPG Jelang Lebaran, Pemerintah Lakukan Impor dari Australia
ILUSTRASI. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Dok/Kementerian ESDM)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan pasokan liquid petroleum gas (LPG) tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan kontrak impor dengan Australia untuk memenuhi kebutuhan LPG dalam waktu dekat. 

“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” tambah Bahlil usai Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan, Jumat (13/3/2026). 

Baca Juga: Prabowo Percepat Pembangunan Jembatan hingga Penerapan Gentengisasi

Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Menurut Bahlil, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Lakukan Penghematan Demi Jaga Defisit APBN di Bawah 3% dari PDB

Sementara itu, untuk minyak mentah, sekitar 20% impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain.

“Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari AS lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” pungkas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×