kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.043   43,00   0,24%
  • IDX 5.734   -207,20   -3,49%
  • KOMPAS100 756   -29,06   -3,70%
  • LQ45 571   -17,70   -3,00%
  • ISSI 199   -7,39   -3,59%
  • IDX30 324   -9,93   -2,97%
  • IDXHIDIV20 403   -9,59   -2,33%
  • IDX80 86   -3,08   -3,46%
  • IDXV30 110   -3,36   -2,96%
  • IDXQ30 105   -3,00   -2,78%

BI: Defisit transaksi berjalan kuartal II-2020 akan lebih rendah dari 1,5% PDB


Kamis, 16 Juli 2020 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia di Jakarta, Selasa (9/5/2020).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) melihat ketahanan sektor eksternal Indonesia masih berdaya. Bahkan, bank sentral meramal kalau defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) di kuartal II-2020 akan di bawah 1,5% PDB. 

Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, rendahnya CAD tidak hanya akan terjadi pada kuartal kedua tahun ini saja. Sepanjang tahun 2020, CAD juga berpotensi bergerak rendah di bawah 1,5% PDB. 

Baca Juga: BI optimistis cadangan devisa Juni 2020 akan kembali meningkat

"Ini juga dipengaruhi membaiknya neraca perdagangan, sejalan dengan penurunan impor akibat melemahnya permintaan domestik," kata Perry, Kamis (16/7) via video conference. 

Dengan CAD yang lebih rendah, Perry juga melihat adanya potensi perbaikan pada Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal II-2020. Selain itu, perbaikan NPI juga selaras dengan surplus neraca modal yang akan lebih besar. 

Seiring dengan potensi tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2020 juga meningkat menjadi US$ 131,7 miliar. Ini setara dengan pembiayaan 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. 

Posisi cadev tersebut juga masih berada di atas standard kecukupan internasional yang sekitar 3 bulan impor. 

Baca Juga: BI masih yakin rupiah tetap perkasa di tahun ini, simak alasannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×