kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.851   -58,00   -0,34%
  • IDX 8.877   -115,29   -1,28%
  • KOMPAS100 1.228   -11,32   -0,91%
  • LQ45 869   -5,91   -0,68%
  • ISSI 327   -2,84   -0,86%
  • IDX30 446   -2,30   -0,51%
  • IDXHIDIV20 529   0,63   0,12%
  • IDX80 136   -1,27   -0,92%
  • IDXV30 147   0,37   0,26%
  • IDXQ30 144   0,07   0,05%

BI Catat Uang Beredar (M2) Desember 2025 Tumbuh 9,6%, Kredit Mulai Menggeliat


Jumat, 23 Januari 2026 / 10:57 WIB
BI Catat Uang Beredar (M2) Desember 2025 Tumbuh 9,6%, Kredit Mulai Menggeliat
ILUSTRASI. BI mencatat pertumbuhan M2 yang signifikan hingga Rp 10.133,1 triliun di Desember 2025.


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6% secara tahunan (year on year/yoy), mencapai Rp10.133,1 triliun.

Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan November 2025 yang tumbuh 8,3% (yoy). 

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, pertumbuhan yang meningkat tersebut didorong oleh meningkatnya uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi.

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,0% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,5% (yoy)," ungkap Denny dikutip dari siaran pers, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga: Bidik Target Penerimaan Pajak di Tahun 2026, Cermati Strategi Ditjen Pajak

Lebih lanjut, BI juga mencatat perkembangan M2 pada Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) dan penyaluran kredit. 

"Tagihan bersih kepada Pempus tercatat tumbuh 13,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 8,7% (yoy)," ungkap Denny.

Sementara itu, penyaluran kredit pada Desember 2025 tumbuh 9,3% (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada November 2025 yang sebesar 7,9% (yoy). 

Di sisi lain, aktiva luar negeri bersih tumbuh 8,9% (yoy), sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 9,7% (yoy).

Selain M2, BI juga mencatat perkembangan Uang Primer (M0) adjusted yang menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi. Pada Desember 2025, M0 adjusted tumbuh sebesar 16,8% (yoy), meningkat dari pertumbuhan November 2025 sebesar 13,3% (yoy), dengan posisi mencapai Rp2.367,8 triliun.

Baca Juga: Anggaran APBN 2026 Bergeser ke Makan Bergizi Gratis, Efek ke Ekonomi Dipertanyakan

Pertumbuhan M0 adjusted tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya giro bank umum di Bank Indonesia (adjusted) yang tumbuh 35,1% (yoy), serta uang kartal yang diedarkan yang tumbuh 12,9% (yoy).

BI mencatat, pertumbuhan M0 adjusted telah mempertimbangkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam kerangka pengendalian moneter yang disesuaikan.

Selanjutnya: Dolar AS Melemah, Harga Perak Melonjak Tinggi hingga Hampir 3%

Menarik Dibaca: Harga Emas Hari Ini Perbarui Rekor All Time High, Nyaris US$ 5.000 per troi ons

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×