kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.730   -49,00   -0,28%
  • IDX 6.536   33,99   0,52%
  • KOMPAS100 849   6,62   0,79%
  • LQ45 644   5,15   0,81%
  • ISSI 229   0,48   0,21%
  • IDX30 360   3,28   0,92%
  • IDXHIDIV20 436   3,85   0,89%
  • IDX80 97   0,73   0,76%
  • IDXV30 121   0,49   0,41%
  • IDXQ30 114   0,98   0,87%

BI Catat Transaksi Modal dan Finansial Surplus US$ 12 Miliar pada Kuartal II 2026


Jumat, 21 Agustus 2026 / 11:53 WIB
BI Catat Transaksi Modal dan Finansial Surplus US$ 12 Miliar pada Kuartal II 2026
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi modal dan finansial mengalami surplus sebesar US$ 12,0 miliar pada kuartal II 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi modal dan finansial mengalami surplus sebesar US$ 12,0 miliar pada kuartal II 2026, setelah pada kuartal I 2026 mengalami defisit sebesar US$ 4,8 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso menyampaikan, transaksi modal dan finansial mencatat surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk investasi langsung dan investasi portofolio sehingga dapat menopang Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terjaga.

Selain itu surplus pada transaksi modal dan finansial didukung oleh aliran modal asing dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio di tengah ketidakpastian perekonomian dan pasar keuangan global yang meningkat.

Baca Juga: Menko Airlangga Buka Opsi Perpanjang Insentif Tax Holiday Hingga Tahun 2027

“Investasi langsung mencatat surplus yang lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada kuartal sebelumnya,” tutur Denny dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Adapun surplus investasi tersebut dipengaruhi oleh terjaganya persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian dan iklim investasi domestik.

Investasi portofolio juga mencatat surplus yang meningkat seiring kenaikan imbal hasil instrumen keuangan domestik. Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit yang lebih rendah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×