Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I 2026 mencatat defisit yang melebar di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global dan perlambatan ekonomi dunia.
Bank Indonesia (BI) mencatat NPI pada kuartal I 2026 defisit sebesar US$ 9,1 miliar. Posisi ini berbalik dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencatat surplus sebesar US$ 6,1 miliar. Bahkan secara tahunan, defisit NPI juga melebar dibandingkan kuartal I 2025 yang tercatat defisit US$ 0,8 miliar.
Melebarnya defisit NPI sejalan dengan peningkatan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD), serta berbaliknya transaksi modal dan finansial menjadi defisit.
Baca Juga: Kecelakaan KA di Bekasi Timur, DPR Minta Pembenahan Jalur & Perlintasan Kereta
Bank Indonesia mencatat transaksi berjalan pada kuartal I 2026 mengalami defisit sebesar US$ 4,0 miliar atau 1,1% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kuartal IV 2025 yang mencatat defisit US$ 2,5 miliar atau 0,7% terhadap PDB.
Secara tahunan, defisit transaksi berjalan juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 0,2 miliar.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso mengatakan, melebarnya defisit transaksi berjalan dipengaruhi oleh menyusutnya surplus neraca perdagangan nonmigas.
Pada kuartal I 2026, surplus neraca perdagangan nonmigas tercatat sebesar US$ 13,3 miliar, lebih rendah dibandingkan surplus pada kuartal IV 2025 yang mencapai US$ 16,0 miliar.
“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh penurunan kinerja ekspor nonmigas yang lebih dalam dibandingkan kinerja impor nonmigas,” ujar Denny dalam keterangan resminya, Jumat (22/5/2026).
Menurut BI, menyempitnya surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta terganggunya rantai pasok perdagangan antarnegara.
“Defisit neraca perdagangan migas juga menurun di tengah aktivitas ekonomi domestik yang tetap terjaga,” lanjut Denny.
Baca Juga: BI: Pengetatan Underlying Pembelian Dolar Efektif Redam Spekulasi dan Jaga Rupiah
Selain itu, defisit neraca pendapatan primer juga meningkat akibat kenaikan pembayaran kupon dan bunga. Sementara itu, kinerja neraca jasa membaik sejalan dengan penurunan impor jasa freight.
Di sisi lain, transaksi modal dan finansial juga mengalami tekanan. Pada triwulan I 2026, transaksi modal dan finansial mencatat defisit US$ 4,9 miliar, berbalik dari triwulan IV 2025 yang mencatat surplus US$ 9,0 miliar.
BI menyebut, investasi langsung masih mencatat surplus sebagai cerminan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik dan iklim investasi Indonesia. Investasi portofolio juga masih mencatat surplus, meskipun lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya akibat meningkatnya ketidakpastian global.
Sementara itu, investasi lainnya mencatat defisit yang dipengaruhi oleh pembayaran pinjaman luar negeri yang jatuh tempo, penempatan kas dan simpanan, serta aset lainnya di luar negeri.
Meski demikian, BI memastikan ketahanan eksternal Indonesia tetap terjaga. Hal ini tercermin dari posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 yang tetap tinggi sebesar US$ 148,2 miliar dollar AS atau setara pembiayaan 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
Posisi tersebut juga jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Ke depan, BI memperkirakan kinerja NPI sepanjang 2026 tetap baik dengan defisit transaksi berjalan yang rendah, yakni dalam kisaran 0,5% hingga 1,3% terhadap PDB.
“Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan, didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat ketahanan eksternal,” ujar Denny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Bank Indonesia
- cadangan devisa
- defisit transaksi berjalan
- investasi langsung
- investasi portofolio
- ekonomi global
- Ekonomi Indonesia
- Kinerja Ekspor
- Ramdan Denny Prakoso
- BI
- Transaksi Berjalan
- Neraca Pembayaran Indonesia
- CAD
- ketahanan eksternal
- NPI
- Kinerja Impor
- perdagangan nonmigas
- prospek ekonomi RI
- Defisit NPI













