kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.888   29,00   0,16%
  • IDX 6.218   90,18   1,47%
  • KOMPAS100 827   19,82   2,46%
  • LQ45 621   9,94   1,63%
  • ISSI 216   0,73   0,34%
  • IDX30 351   3,79   1,09%
  • IDXHIDIV20 430   3,28   0,77%
  • IDX80 94   1,43   1,54%
  • IDXV30 118   0,23   0,20%
  • IDXQ30 113   0,94   0,84%

Begini Nasib Barang Bawaan Jemaah Haji yang Tak Sesuai Ketentuan di Koper


Selasa, 02 Juni 2026 / 10:41 WIB
Begini Nasib Barang Bawaan Jemaah Haji yang Tak Sesuai Ketentuan di Koper
ILUSTRASI. Fase pemulangan jemaah haji Indonesia gelombang pertama dimulai (DOK/siti masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Barang bawaan jemaah haji, termasuk oleh-oleh yang dibeli selama berada di Tanah Suci, kerap melampaui kapasitas koper maupun batas bagasi yang ditetapkan maskapai.

Karena itu, tidak sedikit koper jemaah yang harus dibuka kembali saat proses penimbangan di hotel ataupun ketika melewati pemeriksaan X-ray di bandara lantaran isinya tidak memenuhi ketentuan.

Aviation Security Garuda Indonesia Norman Fajar mengatakan, maskapai sebelumnya telah memberikan sosialisasi kepada jemaah mengenai batas kapasitas koper serta jenis barang yang dilarang dibawa dalam penerbangan. Apabila ditemukan barang bawaan yang tidak sesuai aturan, koper jemaah akan dibuka untuk dilakukan penyesuaian.

“Kami (maskspai) punya ketentuan berat koper bagasi maksimal 32 kg,” kata Norman saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Hotel Manar Al Bait, Syishah, Makkah, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: DPR Tegaskan Wajib Pajak Bisa Ajukan Pembatalan Surat Ketetapan Pajak yang Salah

Sementara untuk koper kabin, kata Norman, maksimal 7 kg. Selain terkait kapasitas, jemaah juga diimbau agar tidak membawa barang bawaan atau oleh-oleh yang dilarang selama penerbangan, seperti air zamzam hingga senjata mainan.

Norman menjelaskan, barang yang dibongkar dari koper karena kelebihan muatan maupun tidak sesuai aturan penerbangan akan ditangani dengan dua cara. Ada yang langsung dimusnahkan, dan ada pula yang diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah sebagai pihak berwenang.

"Untuk zamzam saat ini, permintaan dari Kerajaan Arab Saudi, zamzam memang nantinya akan dimusnahkan," kata Norman.

Terkait zamzam ini, kata Norman, seringkali jemaah mengakali dengan dibungkus botol kecil-kecil dan dilakban. Namun, kata Norman, tetap akan terdeteksi saat koper lewat X-ray dan pasti akan dibongkar.

Karena itu, ia mengimbau jemaah agar tidak nekad dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Hal ini penting karena menyangkut keselamatan, keamanan, serta kenyamanan dalam penerbangan.

Sementara itu, barang-barang yang dikeluarkan karena over kapasitas koper, maupun barang yang tidak sesuai ketentuan, maka akan diserahkan ke Perlindungan Jemaah (Linjam) serta Daerah Kerja PPIH Arab Saudi.

"Jika dimungkinkan untuk dikembalikan kepada jemaah, silakan, tapi kami jelas akan kumpulkan itu," kata Norman.

Baca Juga: Efisiensi Kunjungan Kerja, Seskab: Presiden Prabowo Pangkas Jumlah Rombongan

Berdasarkan temuan di lapangan, jemaah haji memang selalu mencari cara agar semua oleh-oleh yang dibeli di Tanah Suci bisa dibawa pulang semua meski koper sudah over kapasitas. Petugas juga menemukan koper jemaah dibongkar saat di bandara karena membawa air zamzam dengan bungkus yang sangat beragam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×