kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

BGN Bantah Belanja Rp 535 Miliar untuk LED, Sudaryono: Pengadaan Dibatalkan


Kamis, 03 September 2026 / 22:40 WIB
BGN Bantah Belanja Rp 535 Miliar untuk LED, Sudaryono: Pengadaan Dibatalkan
ILUSTRASI. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Rabu (22/7/2026). (KONTAN/HERVIN JUMAR)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menepis isu lembaganya telah membelanjakan Rp535,3 miliar untuk pengadaan layar LED.

Hal tersebut disampaikan Sudaryono usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (3/9/2026).

Sudaryono menjelaskan, pengadaan layar LED tersebut merupakan usulan lama. Prosesnya telah berjalan sejak 1 April 2026, sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala BGN.

Baca Juga: BGN Buka Peluang Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo Masuk Ranah Pidana

Ia memastikan pengadaan tersebut tidak sampai direalisasikan. Menurut Sudaryono, BGN tidak memiliki pagu anggaran untuk pengadaan layar LED tersebut.

“Yang di sosmed kan ramai tuh LED seolah-olah kita belanja 500 miliar lebih, enggak. Saya masuk sebagai Kepala Badan Gizi, kemudian kami batalkan karena memang pagu anggarannya enggak ada,” ujar Sudaryono usai RDP bersama Komisi IX DPR RI, Kamis (3/9/2026).

Sudaryono juga menilai pengadaan tersebut tidak memiliki urgensi. Saat ini, proses pembatalan masih dilakukan secara administratif sesuai mekanisme yang berlaku.

Ia mengatakan setiap pengadaan barang dan jasa di lingkungan BGN harus didasarkan pada kebutuhan yang jelas. Pengadaan juga harus memiliki manfaat bagi pelaksanaan tugas dan program lembaga.

“Kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada. Kalau kita pengadaan tuh bukan pengadaan karena pengin, tapi pengadaan karena memang diperlukan dan dibutuhkan,” tegasnya.

Proses pembatalan pengadaan tersebut masih berjalan di internal BGN dan belum sampai pada tahap realisasi anggaran.

Baca Juga: BGN Siapkan Anggaran Rp240,2 Triliun pada 2027, Ini Rinciannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×