Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperkuat sinergi untuk mendorong masuknya aliran modal asing ke pasar keuangan domestik di tengah gejolak ekonomi global.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan, upaya menarik modal asing menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tingkat tinggi antara BI dan Kemenkeu. Sinergi dilakukan untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing.
"Yang kedua sinergi dalam memperkuat ketahanan sektor eksternal di tengah gejolak global, baik dari sisi perdagangan internasional maupun aliran modal asing," ujar Destry dalam konferensi pers di Kantor Bank Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Baca Juga: BI dan Kemenkeu Perkuat Sinergi Fiskal-Moneter Lewat Lima Pilar Kebijakan
Menurutnya, pemerintah dan BI akan memperkuat kebijakan untuk mendorong masuknya modal asing ke pasar domestik. Salah satunya melalui kebijakan BI terkait insentif biaya lindung nilai (hedging) bagi dana asing yang masuk ke pasar Indonesia.
"Untuk mendorong masuknya aliran modal asing, nah ini kita coba sinergikan termasuk kebijakan kita terkait insentif yang kita berikan untuk biaya hedging," jelas Destry.
Destry mengatakan, dana asing yang masuk ke pasar domestik dapat menggunakan sejumlah instrumen keuangan sebagai underlying, termasuk Surat Berharga Negara (SBN), Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), saham, hingga pinjaman luar negeri.
"Untuk dana yang masuk ke pasar domestik kita, maka kita juga menggunakan underlying untuk pembelian SBN juga, termasuk SRBI, termasuk untuk saham, dan juga termasuk untuk pinjaman luar negeri," katanya.
Menurut Destry, sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor eksternal Indonesia sekaligus menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah ketidakpastian global.
Selain mendorong aliran modal asing, BI dan Kemenkeu juga membahas likuiditas pasar uang dan perbankan, strategi penerbitan surat berharga pemerintah, serta kelancaran transmisi kebijakan ke perekonomian.
Baca Juga: Gubernur BI: Dukungan BI untuk Program Pemerintah Bukan Burden Sharing
Destry menyebut penguatan sinergi tersebut menjadi salah satu dari lima pilar kerja sama BI dan Kemenkeu.
Pilar lainnya mencakup menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi instrumen fiskal dan moneter, menjaga likuiditas, memperkuat pengendalian inflasi, serta menjaga pasar keuangan agar transmisi kebijakan berjalan lancar.
"Intinya dari kami yang lima pokok kami sampaikan dan ternyata disambut baik juga, sesuai dengan apa yang jadi concern dari Menteri Keuangan," ujar Destry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














